spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

FPDT Desak Penegakan Hukum di TTS Lebih Tegas dan Transparan

SOE, TTS – Forum Pemerhati Demokrasi Timor (FPDT) menyampaikan apresiasi kepada Polres TTS dan Kejaksaan Negeri TTS atas berbagai langkah penegakan hukum yang telah dilakukan, terutama dalam upaya pemberantasan korupsi. Namun, apresiasi tersebut dibarengi dengan dorongan agar aparat penegak hukum melakukan terobosan yang lebih kuat dan berani, mengingat masih banyak kasus yang menjadi perhatian publik.

Ketua FPDT, Dony Tanoen, menegaskan bahwa kerja keras aparat patut diapresiasi, tetapi tantangan penegakan hukum di TTS masih besar dan membutuhkan komitmen lebih serius. Ia menyebut masyarakat menunggu langkah konkret dalam penanganan perkara korupsi yang hingga kini belum tuntas.

FPDT menyoroti sejumlah kasus yang masih menjadi sorotan warga. Di antaranya dugaan korupsi Dana Desa Enoneontes, laporan dugaan korupsi di Sekretariat DPRD TTS terkait pengadaan tenaga outsourcing, penanganan delapan embung oleh Kejari TTS, serta dugaan korupsi pada kegiatan Lomba Tenis Meja DPRD CUP II oleh PTMSI yang bersumber dari pokok pikiran sejumlah anggota DPRD TTS.

Dony menegaskan bahwa publik mengharapkan proses hukum berjalan profesional dan tanpa tebang pilih. Ia mengingatkan agar aparat tidak terkesan cepat menangani kasus yang menyangkut dana desa atau BOS, tetapi lambat ketika kasus melibatkan pejabat besar atau aktor politik.

FPDT juga meminta Kapolres TTS dan Kajari TTS meningkatkan kinerja, memperkuat koordinasi, dan memastikan setiap kasus korupsi ditangani secara tuntas serta berkeadilan. Menurut Dony, kerja sama antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat akan menjadi fondasi penting untuk menjadikan TTS sebagai daerah yang bersih dari korupsi.

Ia menambahkan bahwa meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum hanya dapat dicapai apabila semua proses dilakukan secara transparan dan berintegritas. (Sys/ST)

Most Popular