spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

GAMKI Belu Didorong Jadi Motor Perubahan di Beranda NKRI

ATAMBUA – Pemuda di wilayah perbatasan tidak boleh hanya menjadi penonton pembangunan. Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Belu didorong tampil sebagai motor perubahan sosial, ekonomi, dan pembangunan masyarakat di beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dorongan itu mengemuka dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DPD GAMKI dan Pemerintah Kabupaten Belu di Atambua, Sabtu (28/2/2026). Momentum tersebut menjadi simbol penguatan kolaborasi organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan di kawasan perbatasan.

Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Winston Rondo, menegaskan posisi strategis Belu sebagai wilayah perbatasan menuntut lahirnya generasi muda yang progresif dan inovatif.

“Belu adalah beranda republik. Karena itu pemuda tidak boleh hanya menunggu perubahan datang. Mereka harus menjadi pelaku utama perubahan, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, pemuda di wilayah perbatasan menghadapi tantangan sekaligus peluang besar. Jika dikelola dengan baik, posisi geografis Belu justru bisa menjadi kekuatan dalam membangun daya saing ekonomi dan kualitas SDM.

Winston juga menilai organisasi kepemudaan seperti GAMKI memiliki jaringan nasional yang dapat dimanfaatkan untuk membuka akses pelatihan, pendidikan, hingga peluang ekonomi bagi generasi muda di daerah.

Sementara itu, Bupati Belu, Willy Lay, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menegaskan pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi organisasi kepemudaan yang memiliki komitmen membangun daerah.

“Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kami membutuhkan pemuda yang berani berinovasi dan bekerja nyata. Pemerintah siap mendukung program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui MoU tersebut, GAMKI diharapkan menjalankan program strategis seperti pelatihan kewirausahaan, penguatan literasi digital, pemberdayaan UMKM, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyentuh kebutuhan warga perbatasan.

Ketua GAMKI Belu menyatakan komitmennya menjadikan organisasi itu sebagai wadah pembinaan kader muda yang siap berkontribusi bagi daerah, bangsa, dan gereja.

Penandatanganan MoU ini sekaligus menjadi tantangan bagi pemuda Belu untuk membuktikan bahwa generasi muda perbatasan mampu berdiri di garis depan pembangunan, bukan sekadar mengikuti arus perubahan. (Sys/ST)

Most Popular