spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gubernur Melki Kukuhkan Bunda Literasi NTT, Tegaskan Gerakan Membaca Harus Dimulai dari Rumah

KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi mengukuhkan Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena sebagai Bunda Literasi Provinsi NTT Periode 2025–2030, Kamis (11/12/2025). Pengukuhan digelar di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT dan tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 497-Kep-HK-2025 tanggal 9 Desember 2025.

Pengukuhan ini menjadi rangkaian pembuka Festival Literasi Nusa Tenggara Timur yang berlangsung pada 11–13 Desember 2025, menghadirkan beragam kegiatan seperti Bicara Literasi, Lomba Story Telling, Pameran Literasi, hingga pameran UMKM. Festival tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk meningkatkan budaya membaca, kreativitas, serta kualitas literasi masyarakat dari berbagai kalangan—pelajar, mahasiswa, akademisi, pustakawan, komunitas literasi, hingga masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting bagi kemajuan NTT. Ia menyebut literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta membuat keputusan yang tepat.

“Orang yang memiliki kemampuan literasi kuat akan mampu berpikir kritis, memahami informasi dengan benar, memiliki pengetahuan luas, dan mengambil keputusan yang tepat. Literasi bukan sekadar membaca, tetapi jendela memahami dunia dan kunci membuka masa depan,” tegasnya.

Melki menambahkan bahwa kebiasaan membaca harus ditanam sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga.

“Tidak ada orang yang bisa memahami banyak hal kalau ia tidak membaca. Pemimpin yang gemar membaca akan mengambil kebijakan yang lebih terukur dan berdampak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti dampak negatif penggunaan gawai dan media sosial secara berlebihan yang menurut berbagai penelitian dapat menurunkan konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan memahami informasi. Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk kembali membudayakan membaca buku secara rutin.

“Banyak penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gawai yang berlebihan menurunkan kapasitas memahami dan mengingat. Karena itu, kita harus melawannya dengan menghidupkan kembali kebiasaan membaca buku,” jelas Gubernur Melki.

Kepada Bunda Literasi yang baru dikukuhkan, Gubernur menyampaikan harapan besar agar dapat menghadirkan program-program literasi yang menarik dan berkelanjutan.

“Kalau bisa setiap bulan ada kegiatan literasi. Kita juga perlu mengaktifkan kembali perpustakaan desa agar anak-anak semakin mencintai membaca dan menulis,” katanya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Melki juga mengumumkan rencana penerbitan Peraturan Gubernur tentang Belajar Masyarakat. Aturan ini akan mendorong siswa PAUD hingga mahasiswa untuk menyediakan waktu khusus membaca atau berdiskusi setiap hari.

“Minimal satu setengah jam setiap hari, kecuali Sabtu, anak-anak didorong untuk duduk bersama keluarga membaca atau berdialog. Ini penting untuk membangkitkan budaya membaca,” tegasnya.

Pengukuhan Bunda Literasi NTT dan pelaksanaan Festival Literasi NTT 2025 menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk membangun generasi yang cerdas, kritis, serta berdaya saing melalui penguatan budaya literasi. (Sys/ST)

Most Popular