spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gubernur Melki Pimpin Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Daerah, Serukan Solidaritas bagi Korban Bencana Sumatera

KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin doa bersama lintas agama untuk keselamatan bangsa dan masyarakat NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (10/12/2025) sore. Acara berlangsung dalam suasana penuh keheningan dan dihadiri Wakil Gubernur, Ketua DPRD NTT, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, pemuda lintas komunitas, hingga organisasi kemasyarakatan.

Doa dipimpin secara bergilir oleh para tokoh agama Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, dan Buddha—menjadi simbol kuat kerukunan dan persaudaraan antarumat beragama di NTT. Usai doa, hadirin menyanyikan lagu Padamu Negeri dan Indonesia Pusaka sebagai ungkapan cinta tanah air dan harapan bagi keselamatan seluruh wilayah Indonesia.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyinggung bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November lalu. Ia menegaskan bahwa duka yang dirasakan warga di tiga provinsi tersebut adalah duka seluruh rakyat Indonesia.

“Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah duka bangsa yang membutuhkan persatuan. Kita semua terpanggil untuk mendukung, mendoakan, dan membantu saudara-saudara kita di sana,” ujarnya.

Melki menekankan bahwa solidaritas tidak hanya hadir dalam bentuk bantuan logistik, tetapi juga melalui kekuatan doa yang memberi ketenangan dan harapan bagi para korban.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT telah memberikan bantuan secara langsung kepada ketiga provinsi terdampak bencana melalui koordinasi bersama para gubernur di wilayah tersebut.

“NTT selalu menunjukkan semangat persatuan. Bantuan untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah wujud kepedulian kita sebagai satu bangsa,” tegasnya.

Mengakhiri sambutan, Gubernur Melki mengingatkan pentingnya kewaspadaan menghadapi musim hujan. Ia meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi dan langkah mitigasi agar masyarakat lebih siap bila terjadi bencana.

“Mari kita tetap waspada dan saling menjaga. Pemerintah dan masyarakat harus bergandengan tangan menghadapi potensi bencana di musim hujan ini,” ujarnya.

Kegiatan doa bersama tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wahana refleksi dan penguatan batin, tetapi juga momentum mempertegas komitmen NTT dalam menjunjung toleransi, persatuan, dan solidaritas nasional. (Sys/ST)

Most Popular