KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, meresmikan gerai kedua NTT Mart di Kabupaten Kupang pada Kamis (27/11/2025). Peresmian ini menjadi langkah strategis memperkuat ekonomi daerah, memperluas akses pasar UMKM, sekaligus membuka babak baru kolaborasi pemerintah dengan lembaga keagamaan.
Gerai yang berlokasi di Jalan Timor Raya KM 12.5 ini menjadi istimewa karena merupakan NTT Mart pertama yang dibangun melalui kerja sama dengan Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat (JETB). Gerai bertagline “Bangga Buatan Katong, Produk Lokal Pilihan” ini dirancang sebagai pusat promosi produk lokal dan pemberdayaan ekonomi jemaat.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengapresiasi Disperindag NTT dan Jemaat JETB atas komitmen mereka memperkuat ekonomi masyarakat. Ia menegaskan bahwa gereja bukan hanya berperan dalam pembinaan iman, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi jemaat dan lingkungan sekitar.
NTT Mart by GG Mart JETB menampilkan produk unggulan dari 232 pelaku IKM/UMKM Kabupaten Kupang, mulai dari kopi, kelor, kenari, pangan olahan, kriya, hingga fashion lokal. Lebih dari 106 jenis produk dengan total lebih dari 1.400 item dipajang, termasuk rak khusus untuk produk Jemaat JETB sebagai bentuk afirmasi ekonomi berbasis komunitas.
Gubernur Melki juga menegaskan pentingnya hilirisasi komoditas lokal dengan mengubah pola “tanam–panen–jual” menjadi “tanam–panen–olah–kemas–jual.” Ia mencontohkan bahwa jagung mentah yang hanya bernilai Rp8.000/kg bisa dilipatgandakan nilainya jika diolah menjadi produk inovatif seperti “jagung jahe.” Dengan cara ini, nilai ekonomi komoditas lokal dapat meningkat pesat dan membuka peluang usaha baru.
Peresmian NTT Mart ini disebut sebagai bagian dari implementasi Dasa Cita Ayo Bangun NTT, yang mendorong pasar modern dan efisien serta meningkatkan keberpihakan terhadap produk dalam daerah. Kampanye membeli produk lokal juga diperkuat untuk menggerakkan ekonomi rakyat secara berkelanjutan.
Disperindag NTT menargetkan pembukaan sembilan gerai NTT Mart baru di kota dan kabupaten lain sepanjang 2026 sebagai upaya memperkuat rantai pasok lokal dan memperluas pasar UMKM.
“Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Mari terus dukung produk NTT dan bangun ekonomi kita bersama,” tutup Gubernur Melki. (Sys/ST)

