spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gubernur NTT Batasi Ponsel di Sekolah

LARANTUKA — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya penguatan literasi dan pembatasan penggunaan ponsel atau gawai di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas pendidikan di daerah.

Penegasan tersebut disampaikan saat Gubernur Melki melakukan tatap muka bersama kepala sekolah, guru, serta siswa SMA/SMK/SLB se-Kabupaten Flores Timur di Aula SMA Negeri 1 Larantuka, Jumat (6/2/2026).

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Zeth Sony Libing, pimpinan perangkat daerah Kabupaten Flores Timur, para kepala sekolah, serta perwakilan guru dan siswa.

Dalam arahannya, Gubernur Melki menekankan bahwa literasi merupakan fondasi utama pendidikan. Ia mengajak peserta didik untuk mengurangi ketergantungan pada gawai dan kembali membangun budaya membaca.

“Salam literasi, kurangi scrolling media sosial. Anak-anak kita harus kembali akrab dengan buku, bukan hanya dengan smartphone,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTT memberikan perhatian besar pada sektor pendidikan dengan alokasi anggaran hampir 50 persen. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai persoalan serius yang perlu dibenahi secara bersama.

Ia menyinggung peristiwa meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada sebagai refleksi bagi semua pihak untuk memperkuat sistem pendidikan sekaligus perlindungan anak.

Menurutnya, NTT tidak boleh terus dipandang sebagai daerah miskin, melainkan sebagai wilayah yang kaya empati, kepedulian, serta potensi sumber daya alam.

“Flores Timur ini subur, lautnya melimpah. Jika potensi ini dikelola dengan baik, maka anak-anak kita harus tumbuh dengan gizi yang baik dan pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

Gubernur Melki juga menyoroti capaian pendidikan NTT yang masih berada dalam tiga besar daerah dengan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) terendah di Indonesia. Karena itu, ia menegaskan perlunya langkah tegas dalam sistem pembelajaran, termasuk memastikan siswa benar-benar menguasai kemampuan dasar membaca dan menulis sebelum naik kelas.

Selain itu, ia meminta kepala sekolah membatasi penggunaan gawai di lingkungan sekolah dan hanya mengizinkannya untuk kepentingan pembelajaran. Pengawasan terhadap pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), juga dinilai penting agar penggunaannya tetap berdampak positif bagi siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki turut mendorong pembaruan materi pembelajaran serta penguatan program One School One Product (OSOP) dengan target setiap sekolah memiliki produk unggulan berbasis potensi daerah.

Sementara itu, Bupati Flores Timur Antonius menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter siswa. Menurutnya, proses pendidikan harus mampu membentuk generasi yang tangguh, memiliki daya tahan diri, kekuatan spiritual, serta kemampuan personal dalam menghadapi tantangan kehidupan. (Sys/ST)

Most Popular