spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gubernur NTT dan Tim KLH Bahas Penguatan Pengelolaan Sampah di Daerah

KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima audiensi tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang dipimpin Direktur Adaptasi Perubahan Iklim, Dr. Haruki Agustina, dan Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Franky Zamzani, di Ruang Kerja Gubernur NTT, Rabu (8/4) siang.

Audiensi tersebut membahas penguatan program pengelolaan sampah di wilayah NTT sekaligus mengevaluasi progres pelaksanaannya di seluruh kabupaten/kota.

Dalam pertemuan itu, tim KLH menekankan pentingnya penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) sebagai fondasi utama dalam perencanaan pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil kunjungan lapangan yang dilakukan tim KLH, sebagian besar daerah di NTT masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah, sumber daya manusia, serta minimnya tenaga penyuluh lingkungan.

Selain itu, rendahnya kapasitas edukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah juga menjadi tantangan yang perlu segera diatasi. Untuk menjawab persoalan tersebut, KLH berencana menggelar pelatihan dan edukasi pengelolaan limbah guna meningkatkan kapasitas daerah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa upaya pengelolaan sampah harus dimulai dari peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi sejak dini, terutama melalui lingkungan sekolah.

Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu menerapkan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah, termasuk penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang sesuai dengan karakteristik limbah yang dihasilkan.

“Pengelolaan sampah bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal perubahan perilaku. Karena itu, kolaborasi harus diperluas,” tegas Gubernur.
Ia juga mendorong adanya kerja sama lintas sektor dalam menangani persoalan sampah, termasuk melibatkan instansi seperti BKKBN, Dinas Kesehatan, serta pihak swasta.

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Wilayah III Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Bali dan Nusa Tenggara, Dr. Ade Suharso, bersama sejumlah pejabat dan staf KLH lainnya.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.(Sys/ST).

Most Popular