spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Empat Kali dalam Enam Jam, Status Tetap Siaga

FLORES TIMUR – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan empat kali erupsi dalam kurun enam jam, terhitung sejak Senin (25/8) pukul 12.00 WITA hingga 18.00 WITA.

“Teramati empat kali letusan dengan ketinggian asap antara 600 hingga 2.000 meter berwarna kelabu,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Lewotobi Laki-laki, Emanuel Rofinus Bere, dalam laporan yang diterima di Labuan Bajo, Senin.

Ia menjelaskan, keempat erupsi tersebut memiliki amplitudo 3,7–14,8 mm dengan durasi antara 97 hingga 148 detik. Selain erupsi, juga tercatat enam kali gempa hembusan dengan amplitudo 3,7–10,5 mm berdurasi 32–54 detik, enam kali gempa tremor non-harmonik dengan amplitudo 3,7–4,4 mm, satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 7,4 mm berdurasi 13 detik, dua kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 4,4–47,3 mm berdurasi 30 detik, serta dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 4,4–47,3 mm berdurasi 105–125 detik.

Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal, membumbung setinggi 50–100 meter di atas puncak kawah. Cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah hingga berawan, dengan suhu udara 27,8–31,3 derajat Celsius dan angin lemah bertiup ke arah barat daya hingga barat.

Dengan status aktivitas masih berada pada Level III (Siaga), masyarakat maupun wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius enam kilometer dari pusat erupsi. “Tetap tenang dan ikuti arahan pemerintah daerah. Jangan percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya,” tegas Emanuel.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi banjir lahar hujan jika terjadi hujan deras, terutama di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki. Daerah yang berisiko antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Selain itu, warga terdampak hujan abu diminta untuk selalu menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut demi menghindari gangguan pada sistem pernapasan akibat paparan abu vulkanik. (ant?ST)

Editor: Agus S

Most Popular