SOE,TTS– Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) terus mendorong peningkatan mutu pendidikan anak usia dini.
Salah satunya melalui kegiatan Peningkatan Kompetensi Pendidik PAUD Nonformal yang digelar pada Selasa, 13 Januari 2026, di Aula SMP Kristen 3 Soe.
Kegiatan ini diikuti para pendidik PAUD nonformal dari berbagai wilayah di Kabupaten TTS dan menghadirkan dua narasumber kompeten, yakni Wakil Ketua HIMPAUDI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Aram Pukuafu Kolifai, SH, serta Kepala Bidang Pembinaan PAUD-PNF, George Ch. Tapatah, ST.
Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten TTS, Jennie L. Konay-Boboy.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi pendidik PAUD merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kualitas generasi masa depan sejak usia dini.
Ia juga memberikan apresiasi atas komitmen HIMPAUDI yang secara konsisten berperan aktif meningkatkan mutu pendidik PAUD di Kabupaten TTS.
Dalam pemaparannya, Aram Pukuafu Kolifai, SH, menekankan bahwa pendidik PAUD nonformal dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional, agar mampu menjawab tantangan perkembangan anak usia dini di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, HIMPAUDI memiliki peran strategis sebagai wadah penguatan kapasitas, advokasi, dan solidaritas para pendidik PAUD.
Sementara itu, George Ch. Tapatah, ST, memaparkan berbagai kebijakan serta arah pembinaan PAUD-PNF yang tengah dan akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang belajar bersama bagi para pendidik untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini secara berkelanjutan di Kabupaten TTS.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias, ditandai dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang aktif antara peserta dan para narasumber. Melalui kegiatan ini, HIMPAUDI Kabupaten TTS berharap kualitas pendidik PAUD nonformal semakin meningkat, sehingga mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih bermutu, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan anak usia dini. (Sys/ST).

