spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hunian Sementara untuk 189 KK Korban Longsor, Pemkab TTS Ajukan Bantuan Rumah ke BNPB

SOE, TTS — Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) melalui BPBD mengajukan bantuan pembangunan rumah bagi 272 kepala keluarga (KK) korban longsor sepanjang 2025. Proposal ditujukan ke BNPB dan diantar langsung oleh Bupati TTS Eduard Markus Lioe bersama Kepala BPBD TTS, Yeri Nakamnanu.

Kepala BPBD Yeri Nakamnanu menjelaskan, idealnya Pemkab mengusulkan hunian tetap (huntap). Namun karena keterbatasan anggaran dan waktu di akhir tahun, BNPB terlebih dahulu mengarahkan pembangunan hunian sementara (huntara) untuk 189 KK yang rumahnya masuk kategori rusak berat, dengan komitmen pembangunan huntap pada 2026.

“Administrasi bantuan huntara dari BNPB sudah beres. Kami menunggu informasi lanjutan pelaksanaan untuk 189 KK tersebut,” ujar Yeri, Senin (10/11/2025).

Total 272 KK terdampak tersebar di 22 desa/kelurahan, dengan 189 KK rusak berat dan 83 KK rusak ringan–sedang. Sebaran lokasi sebagai berikut:

1. Desa Kuatae, Kota Soe (91 rumah); 2) Kelurahan Soe, Kota Soe (17); 3) Noemeto, Kota Soe (1); 4) Fatumnasi, Fatumnasi (10); 5) Oeleu, Toianas (40); 6) Sabun, Boking (13); 7) Toi, Amanatun Selatan (7); 8) Fae, Amanatun Selatan (14); 9) Anin, Amanatun Selatan (9); 10) Linamnutu, Amanuban Selatan (12); 11) Mella, Noebana (13); 12) Noebana, Noebana (4); 13) Kaeneno, Fautmolo (4); 14) Nenotes, Santian (3); 15) Oni, Kualin (1); 16) Ofu, Kolbano (6); 17) Kelurahan Niki-Niki, Amanuban Tengah (6); 18) Fatukopa, Fatukopa (1); 19) Nasi, Amanatun Utara (7); 20) Nefokoko, Mollo Utara (9); 21) Tutem, Mollo Utara (3); 22) Oinlasi, Mollo Selatan (1).

Khusus Desa Kuatae, terdapat 91 KK terdampak: 66 rusak berat dan 25 rusak ringan–sedang. Pembangunan huntara ditarget mulai tahun ini. Pemkab akan membentuk kelompok kerja (Pokja) sebagai pelaksana teknis sesuai juknis BNPB.

Terkait warga terdampak yang masih bertahan di GOR Nekmese, Yeri menyebut masih ada 36 KK yang belum dapat kembali. Pemkab TTS tetap menanggung kebutuhan konsumsi dan logistik hingga solusi hunian berjalan. Mengingat cuaca ekstrem masih terjadi, BPBD juga menerbitkan peringatan dini dan mengimbau warga—terutama di Kuatae—untuk waspada potensi longsor susulan saat hujan deras berkepanjangan.

“Komunikasi dengan Pemdes Kuatae terus kami lakukan. Warga diminta mengungsi sementara jika hujan intens terjadi dalam durasi lama,” pungkasnya. (Sys/ST)

Editor: Agus S

Most Popular