spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

HUT ke-17 PETKI NTT, Wagub Johni Ajak Tunanetra Tetap Tegap dan Percaya Diri

KUPANG – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menghadiri Syukuran Hari Ulang Tahun ke-17 Perkumpulan Tunanetra Kristiani Indonesia (PETKI) NTT yang dirangkaikan dengan ucapan syukur Program Pelayanan Tahun 2025 serta penyambutan Program Pelayanan Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat PETKI NTT, Kelurahan Air Nona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Minggu (22/2/2026), dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang perayaan ulang tahun organisasi, tetapi juga ruang refleksi iman serta penguatan solidaritas bagi para penyandang tunanetra di Nusa Tenggara Timur.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Johni Asadoma menyampaikan dukungan moral dan spiritual kepada seluruh penyandang tunanetra maupun masyarakat berkebutuhan khusus agar tetap memiliki semangat hidup dan keyakinan yang kuat.

“Kepada seluruh saudara-saudara yang tunanetra ataupun yang berkebutuhan khusus di mana saja berada, tetaplah berdiri tegap, tetap semangat dan penuh keyakinan, serta berpegang pada iman kepada Tuhan. Kiranya Tuhan selalu menyertai langkah saudara-saudara dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi jajaran pengurus PETKI NTT yang terus konsisten menghadirkan pelayanan bagi para anggotanya.

“Terima kasih kepada Bapak Ketua PETKI NTT bersama seluruh saudara-saudara sekalian yang telah menyelenggarakan kegiatan syukur ini sehingga kita dapat berkumpul dan berbagi kebahagiaan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Johni turut memberikan motivasi khusus kepada anak-anak dari keluarga penyandang tunanetra yang hadir. Ia menekankan pentingnya pendidikan, ketekunan belajar, serta keteguhan iman sebagai fondasi masa depan.

Menurutnya, anak-anak harus tetap bangga kepada orang tua mereka dan menunjukkan sikap hormat tanpa memandang kondisi sosial maupun keterbatasan yang ada.

“Anak-anak harus rajin ke sekolah, rajin belajar, rajin beribadah, dan selalu mendoakan orang tua sebagai bentuk balas budi atas kasih sayang dan pengorbanan mereka sejak kecil,” pesannya.

Kegiatan syukuran diisi dengan doa bersama, refleksi pelayanan, serta komitmen memperkuat program PETKI NTT pada tahun 2026 guna mendorong kesejahteraan dan pemberdayaan penyandang tunanetra di wilayah NTT.

Acara ini menjadi pengingat bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk terus berkarya, beriman, dan berkontribusi bagi masyarakat. (Sys/ST)

Most Popular