KUPANG – Himpunan Wanita Karya (HWK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 pada 28 Februari 2026 dengan menggelar serangkaian kegiatan sosial yang menyasar kepedulian lingkungan, kemanusiaan, serta penguatan solidaritas lintas iman di Kota Kupang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi penghijauan melalui penanaman pohon di sejumlah rumah ibadah dan fasilitas publik. Langkah tersebut menjadi simbol persaudaraan antarumat beragama sekaligus komitmen menjaga kelestarian lingkungan di wilayah perkotaan.
Penanaman pohon dilakukan di GMIT Horeb Perumnas, Kuasi St. Petrus Manulai II, Masjid Al Mujahirin Maulafa, Pura Giri Agung Kerta Bhuwana BTN Kolhua, serta Kantor DPD Partai Golongan Karya NTT.
Ketua panitia kegiatan, Ety Benyamin, menegaskan bahwa seluruh program yang dilaksanakan tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial, menjaga lingkungan, serta mempererat kebersamaan lintas agama di Kota Kupang,” ujarnya.
Selain penghijauan, HWK NTT juga melaksanakan aksi kemanusiaan dengan mengunjungi sekitar 40 keluarga kurang mampu di wilayah Lasiana, TDM, dan Fatululi pada 26 Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, panitia menyalurkan bingkisan kasih sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral kepada warga yang membutuhkan.
Kegiatan penanaman pohon turut mendapat dukungan bibit dari BP DAS Benain Noelmina di bawah naungan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Puncak peringatan HUT ke-45 akan dilaksanakan pada 28 Februari 2026 melalui kegiatan jalan santai di kawasan Car Free Day Kota Kupang bersama organisasi sayap Partai Golkar. Agenda tersebut dirangkaikan dengan kampanye perlindungan perempuan dan anak sebagai bagian dari komitmen advokasi sosial organisasi.
Sekretaris DPD I Golkar NTT, Libby Sinlaeloe, mengapresiasi rangkaian kegiatan HWK yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Ini menjadi contoh bagaimana organisasi perempuan hadir tidak hanya dalam kegiatan internal, tetapi juga menjawab kebutuhan sosial masyarakat secara langsung,” katanya.
Melalui peringatan HUT ke-45 ini, HWK NTT menegaskan peran aktifnya sebagai organisasi perempuan yang tidak hanya memperkuat solidaritas kader, tetapi juga berkontribusi nyata dalam isu lingkungan, kemanusiaan, serta perlindungan perempuan dan anak di Nusa Tenggara Timur. (Sys/ST)

