SOE, TTS – Di sebuah kecamatan pesisir selatan yang jauh dari hiruk-pikuk kota, pengabdian seorang polisi bernama Aipda Yeskiel Hadjo telah mengubah wajah pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Selama lebih dari 16 tahun bertugas sebagai Wakapolsek Kualin, Polres Timor Tengah Selatan (TTS), Yeskiel menunjukkan bahwa tugas seorang polisi tak hanya soal penegakan hukum, tetapi juga membangun harapan.
Kualin, yang berjarak lebih dari 73 kilometer dari Kota Soe dan sekitar 123 kilometer dari Kupang, selama ini dikenal sebagai wilayah yang minim akses pendidikan dan layanan dasar. Melihat kondisi itu, Yeskiel tergerak untuk mengambil peran lebih. Pada 2009, ia memulai langkah kecil namun berdampak besar dengan membuka bimbingan belajar bahasa Inggris gratis di rumahnya. Setiap Sabtu, anak-anak hingga mahasiswa datang untuk belajar, dibantu tutor dari kerabatnya.
Kepeduliannya terhadap dunia pendidikan terus berkembang. Bersama sang istri, Feby Nailius, ia mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai ruang bagi warga yang putus sekolah agar dapat menyelesaikan pendidikan dasar maupun menengah. Tidak berhenti di situ, Yeskiel juga membangun PAUD dan kelompok bermain di beberapa desa, seperti Tuanfau, Toineke, Neufnanu, dan Tuapakas. Seluruh kegiatan ini dijalankan tanpa biaya, murni dari kepeduliannya terhadap masa depan anak-anak di Kualin.
Pengabdiannya merambah ke bidang pertanian. Melihat potensi lahan yang belum tergarap optimal, Yeskiel membentuk kelompok wanita tani dan kelompok tani di Desa Kualin. Ia bahkan menyumbangkan sebagian gajinya untuk biaya pengolahan lahan dan pembelian bibit. Jagung, bayam, terong, mentimun, kacang panjang, kangkung hingga lombok ditanam bersama warga di lahan empat hektare, dan hasilnya dibagi sesuai kesepakatan.
Tidak hanya itu, Yeskiel membantu lulusan SMA yang ingin kuliah namun terkendala biaya. Ia memfasilitasi mereka terhubung dengan Universitas Terbuka (UT), menyediakan wifi gratis di rumahnya bagi sekitar 150 warga untuk mengikuti perkuliahan jarak jauh. Upaya ini membuka pintu pendidikan tinggi bagi banyak pemuda Kualin.
Atas dedikasi luar biasa tersebut, Kapolda NTT memberikan penghargaan khusus kepada Yeskiel. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Kapolres TTS, AKBP Hedra Dorizen, S.H., S.I.K., M.H., pada upacara Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025), di Mapolres TTS. Yeskiel menyampaikan bahwa seluruh pengabdiannya dilakukan atas dasar panggilan hati dan tanggung jawab moral kepada masyarakat.
“Tantangan pasti ada, tapi justru itu menjadi motivasi untuk terus berbuat hal-hal positif bagi masyarakat,” ujarnya selepas menerima penghargaan.
Camat Kualin, Wilhelmus Nabunome, tak ketinggalan memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, kehadiran Yeskiel telah membawa perubahan signifikan di Kualin, terutama dalam sektor pendidikan yang sebelumnya minim perhatian.
“Pak Yeskiel telah mengubah wajah pendidikan di Kualin. Pengabdiannya jauh melampaui tugas pokoknya sebagai aparat kepolisian,” tegasnya.
Dengan komitmen, ketulusan, dan kerja keras yang tak mengenal lelah, Aipda Yeskiel Hadjo menjadi sosok yang menyalakan harapan bagi masyarakat Kualin. Ia bukan hanya pelindung dan pengayom, tetapi juga pendidik, penggerak, dan inspirasi bagi banyak orang. (Sys/ST)
Editor: Agus S

