spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kepala SD Inpres Tunis Klarifikasi Masalah Data Dapodik Siswa, Akui Ada Kendala Sistem

SOE, TTS – Kepala SD Inpres Tunis, Tunis Jiben Y. Natun, akhirnya angkat bicara terkait persoalan data pendidikan seorang siswa yang tidak ditemukan dalam sistem dapodik.

Pihak sekolah mengakui saat ini tengah berupaya mengisi ulang data siswa tersebut karena adanya kendala pada sistem.

Saat dikonfirmasi melalui layanan WhatsApp, Jiben menjelaskan bahwa siswa yang bersangkutan sebelumnya sempat mengikuti orang tuanya ke Kalimantan. Setelah kembali ke daerah, siswa tersebut dimasukkan kembali ke SD Inpres Tunis.
Namun saat itu, sistem dapodik disebut sudah ditutup sehingga data siswa hanya dititipkan melalui jalur siswa baru.

“Kami sementara berusaha mengisi ulang data karena ada kendala pada sistem,” ujarnya.

Sebelumnya, orang tua siswa Bonefasius Sette mengeluhkan persoalan data pendidikan anaknya, Irenius Sette, yang hingga kini belum jelas. Padahal, siswa tersebut saat ini duduk di kelas IX SMP Negeri Kaeneno dan tengah bersiap menghadapi ujian.

Bonefasius mengaku mengetahui masalah tersebut sekitar dua minggu lalu setelah mendapat informasi dari pihak sekolah. Ia sempat mendatangi SD Inpres Tunis untuk meminta penjelasan, namun disebut hanya diminta menunggu proses penyelesaian.

“Saya ke sana mereka bilang tunggu sementara, padahal dari SMP menuntut harus segera karena ini kelas persiapan ujian. Saya juga sudah sampaikan ke Ketua Komite supaya bisa bantu,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

Sementara itu, Kepala SMP Negeri Kaeneno, Debora A.E. Koy, menjelaskan bahwa pihak sekolah telah berupaya mencari data siswa menggunakan nama dan NISN, namun tidak ditemukan dalam sistem.
Upaya koordinasi dengan dinas terkait juga telah dilakukan, tetapi operator dinas mengalami kesulitan karena data tidak muncul di pangkalan data nasional.

Menurut Debora, pihak sekolah bahkan meminta siswa menelusuri data ke sekolah sebelumnya di Kefamenanu. Namun diketahui bahwa pendaftaran dilakukan secara manual tanpa mutasi data dapodik.

Setelah berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sumber persoalan diduga berasal dari data dapodik di SD Inpres Tunis yang tidak ditemukan.
Pihak SMP Negeri Kaeneno khawatir jika NISN tidak segera diperbaiki, maka ijazah siswa berpotensi tidak diakui.

“Kalau NISN tidak jelas, ijazah bisa tidak diakui. Kami sudah tiga kali ke dinas karena harus segera impor data Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk Daftar Nominasi Sementara (DNS),” jelasnya.

Pihak SMP Negeri Kaeneno menyatakan terus berupaya agar siswa tersebut tetap dapat mengikuti ujian dan memperoleh ijazah. Hingga kini, proses perbaikan data masih berlangsung dan diharapkan segera menemukan solusi.(Sys/ST).

Most Popular