spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lapas Kelas II A Kupang Punya Kebun Produktif,Wagub NTT Dorong Kemandirian Warga Binaan

KUPANG – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, meninjau langsung kebun produktif milik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) NTT yang berada di kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kupang, Kamis (5/2/2026) pagi.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda, serta Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Linus Lusi.
Turut hadir Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Hoiruddin Hasibuan, Direktur Pusat Pelatihan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah (P2KD) Simon Saimima, dan Kepala Pusat Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Wahyu Chandra Kusuma.

Rombongan disambut langsung Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, bersama jajaran pegawai serta warga binaan Lapas Kelas II A Kupang.

Kebun yang ditinjau merupakan hasil pemanfaatan lahan tandus dan berkarang di area kompleks lapas yang kini disulap menjadi lahan produktif. Berbagai jenis tanaman seperti kacang panjang, terong, edamame, dan jagung tumbuh subur di atas lahan tersebut.

Hasil panen kebun dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan pangan program Makanan Bergizi (MBG) melalui Satuan Pengelola Pengadaan Gizi (SPPG).

Program ini dinilai mampu meningkatkan kemandirian warga binaan sekaligus mendorong pengelolaan pangan lokal yang sehat dan berkelanjutan.

Kakanwil Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wagub NTT yang dinilai menjadi motivasi bagi jajaran dan warga binaan untuk terus berinovasi.

“Kehadiran Bapak Wakil Gubernur menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan lahan produktif di lingkungan lapas,” ujarnya.

Sementara itu, Wagub Johni Asadoma menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTT terhadap program kebun produktif tersebut. Ia menilai langkah pemanfaatan lahan kosong menjadi area pertanian produktif memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat pembinaan bagi warga binaan.

“Tanam dan hijaukan terus lahan kosong yang kurang lebih 40 hektar di kompleks lapas ini agar semakin produktif dan bermanfaat,” katanya.

Salah satu warga binaan, Yus, menyatakan kesiapan para penghuni Lapas Kelas II A Kupang untuk terus mengembangkan kebun produktif.

“Kami warga binaan siap menanam semua lahan kosong,” ujarnya yang disambut semangat rekan-rekannya.

Program kebun produktif ini menjadi contoh sinergi antara lembaga pemasyarakatan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembinaan yang berorientasi pada kemandirian serta produktivitas ekonomi warga binaan. (Sys/ST).

Most Popular