KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan keluarga sebagai langkah strategis dan struktural untuk menekan angka kemiskinan di NTT. Hal itu disampaikan dalam Perayaan Natal Bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) dan Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) yang berlangsung di Hotel Aston Kupang, Kamis (15/1/2026) malam.
Menurut Gubernur Melki, rendahnya pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan menjadi salah satu penyebab utama bantuan pemerintah tidak memberikan dampak berkelanjutan. Banyak bantuan habis dalam waktu singkat, bahkan sebelum benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif keluarga.
“Faktanya, bantuan sering tergerus oleh utang, pinjaman online ilegal, rentenir, judi, dan praktik ekonomi tidak sehat lainnya. Karena itu, solusi kemiskinan tidak cukup hanya dengan menambah bantuan tunai, tetapi harus dibarengi dengan literasi keuangan dan perlindungan masyarakat,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa penguatan literasi keuangan harus menjadi agenda bersama antara pemerintah daerah, perbankan, dan seluruh lembaga jasa keuangan di 22 kabupaten/kota se-NTT.
Perbankan, kata Melki, memiliki peran strategis yang tidak hanya terbatas pada penyaluran kredit, tetapi juga sebagai agen edukasi dan pendampingan masyarakat.
“Perbankan dan lembaga jasa keuangan harus hadir sebagai mitra pembangunan ekonomi rakyat. Masyarakat miskin tidak boleh terus-menerus hanya menjadi penerima bantuan, tetapi harus didorong menjadi pelaku ekonomi,” ujarnya.
Gubernur Melki juga mengaitkan literasi keuangan dengan agenda pembangunan ekonomi inklusif yang sedang didorong Pemerintah Provinsi NTT, termasuk program One Village One Product (OVOP).
Program tersebut membutuhkan dukungan nyata dari sektor keuangan agar produk-produk lokal desa mampu berkembang dan memiliki akses pasar yang lebih luas.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki mengajak perbankan, koperasi, dan seluruh lembaga jasa keuangan untuk bersinergi membantu keluarga-keluarga di NTT keluar dari jerat kemiskinan dan praktik ekonomi yang merugikan.
“Mari kita bekerja bersama demi masa depan keluarga NTT yang lebih kuat, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.
Perayaan Natal bersama ini menjadi momentum penguatan komitmen sinergi antara pemerintah daerah dan sektor jasa keuangan dalam mendukung pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat NTT. (Sys/ST)

