Kupang, NTT – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena resmi membuka Pelaksanaan Uji Kompetensi IT bagi siswa SMA dan SMK se-NTT yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi NTT di Aula SMK Negeri 1 Kupang, Jumat (21/11/2025). Agenda ini menjadi langkah strategis pemprov untuk mempersempit kesenjangan digital dan memastikan generasi muda NTT tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi.
Kegiatan tersebut dihadiri tokoh pendidikan, pimpinan lembaga sertifikasi, kepala daerah, perwakilan Bank NTT, para kepala sekolah, asesor, serta ratusan siswa dari berbagai kabupaten/kota. Salah satu sorotan utama ialah dukungan 25.000 kuota uji kompetensi IT gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu dengan total nilai bantuan mencapai Rp18 miliar.
Gubernur Melki menegaskan bahwa penguasaan teknologi informasi kini menjadi kebutuhan dasar di berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga keamanan data. Ia mengingatkan manfaat besar teknologi jika digunakan dengan benar, namun juga risiko yang muncul jika tidak diatur, termasuk ancaman konten negatif dan peretasan.
Ia menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi agar lulusan SMK siap bersaing di dunia kerja. Presiden Prabowo, kata Melki, telah menugaskan kementerian terkait untuk memperkuat pelatihan vokasi, penguasaan bahasa, dan sertifikasi bagi siswa.
Program sertifikasi gratis ini disebutnya sebagai peluang besar bagi siswa tidak mampu untuk membekali diri dengan keterampilan masa depan. Melki juga memberikan apresiasi kepada ASKIBINDO dan seluruh lembaga sertifikasi IT atas dukungan yang dianggap sebagai “investasi besar” bagi masa depan generasi muda NTT, terutama bagi siswa yang tidak melanjutkan pendidikan tinggi.
Pemprov NTT berkomitmen memperluas digitalisasi, memperkuat vokasi, serta memastikan akses pelatihan dan sertifikasi tetap terbuka bagi seluruh siswa di daerah.
“Ini bagian dari upaya kita mempersiapkan generasi muda NTT menuju masa depan yang lebih maju, sekaligus mendukung Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (Sys/ST)

