KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan peran strategis Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sebagai kunci mencetak sumber daya manusia (SDM) terampil sekaligus menekan angka kemiskinan di NTT.
Penegasan itu disampaikan saat menghadiri pelantikan Badan Pengurus DPD Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) Provinsi NTT periode 2026–2031, Jumat (27/2/2026).
Menurut Melki, NTT saat ini berada pada titik krusial pembangunan. Di satu sisi memiliki potensi besar berupa kekayaan alam dan destinasi pariwisata kelas dunia seperti Labuan Bajo, namun di sisi lain masih menghadapi tantangan serius berupa kemiskinan, keterbatasan akses air bersih, dan rendahnya daya saing SDM.
“LKP harus menjadi motor percepatan peningkatan kualitas SDM agar peluang kerja yang hadir di daerah sendiri dapat diisi oleh putra-putri NTT,” tegasnya.
Ia menilai pendidikan nonformal melalui LKP merupakan solusi cepat, adaptif, dan relevan untuk menjawab kebutuhan keterampilan masyarakat. Melalui pelatihan berbasis kompetensi, masyarakat dapat langsung terserap di sektor prioritas seperti pariwisata, ekonomi kreatif, pertanian modern, hingga kewirausahaan.
Gubernur juga menekankan pentingnya FPLKP sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyatukan ribuan lembaga kursus di 22 kabupaten/kota agar bergerak dengan standar dan arah yang sama.
“Dengan koordinasi yang kuat, kursus berbasis kompetensi akan melahirkan tenaga kerja terampil yang siap bersaing,” ujarnya.
Ia mendorong kurikulum pelatihan yang berbasis kearifan lokal, seperti integrasi tenun ikat dalam desain fashion, tata boga berbasis pangan lokal, serta pelatihan pemandu wisata dan penguasaan bahasa asing.
Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu meningkatkan nilai tambah produk daerah sekaligus membuka peluang usaha baru.
Ke depan, penguatan FPLKP diarahkan pada digitalisasi pelatihan, perluasan kemitraan industri, serta penguatan advokasi kebijakan dan pembiayaan agar pelatihan lebih tepat sasaran.
“Dengan data dan sinergi yang baik, pelatihan akan berdampak langsung pada penurunan kemiskinan dan peningkatan produktivitas masyarakat,” jelasnya.
Melki berharap kepengurusan FPLKP yang baru dapat menjadi penggerak transformasi keterampilan masyarakat.
“Masa depan NTT tidak hanya ditentukan oleh banyaknya gelar, tetapi oleh banyaknya keterampilan yang mampu diubah menjadi peluang kerja dan usaha nyata,” pungkasnya. (Sys/ST)

