spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Nelayan Asal Kuanfatu Diduga Terseret Arus di Pantai Oetune, Tim Gabungan Lakukan Pencarian Intensif

SOE,TTS – Seorang nelayan asal Desa Kele, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Yomri Tenis (40), dilaporkan diduga terbawa arus laut di perairan Pantai Oetune, Desa Tuafanu, Kecamatan Kualin, Kamis (12/02/2026) sore.

Kapolsek Kualin IPDA Diknas Melvi Aoliso, S.H dalam keterangannya, Minggu 15/2/2026 menjelasakan , sekitar pukul 17.00 WITA korban sempat menghubungi saudaranya melalui telepon genggam. Dalam percakapan tersebut, korban menyampaikan bahwa mesin perahu yang digunakannya mengalami kerusakan saat berada di tengah laut.

Akibat kerusakan mesin, perahu yang digunakan korban hanyut terbawa arus. Setelah komunikasi terakhir itu, korban tidak dapat dihubungi kembali.

Pada Jumat (13/02/2026) sekitar pukul 23.15 WITA, seorang pria bernama Aprianto Sun mendatangi Polsek Kualin untuk melaporkan bahwa saudaranya diduga terbawa arus laut.

Sebelum laporan resmi dibuat, pihak keluarga bersama nelayan lokal telah melakukan pencarian secara mandiri sejak 12 hingga 13 Februari 2026 di wilayah perairan Kecamatan Kualin. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Menindaklanjuti laporan itu, Polsek Kualin berkoordinasi dengan BASARNAS Provinsi NTT, Polres TTS, Pemerintah Kecamatan Kualin, BPBD Kabupaten TTS, serta nelayan setempat.

Pada 14 Februari 2026, Tim BASARNAS Provinsi NTT tiba di Polsek Kualin dan langsung bergerak melakukan pencarian bersama personel gabungan yang dipimpin Kabag Ops Polres TTS.
Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran sepanjang Pantai Oetune hingga ke arah Muara Toineke, mengikuti arah arus dan gelombang laut.

Memasuki hari kedua pencarian, Minggu (15/02/2026), korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan menyatakan pencarian akan terus dilanjutkan sesuai prosedur operasi SAR.

Kapolsek Diknas menyebut proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, di antaranya cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi, arus laut yang cukup kuat, serta luasnya area pencarian dengan garis pantai yang panjang.
Selain itu, keterbatasan sarana untuk menjangkau laut lepas juga menjadi tantangan tersendiri.

“Perahu korban yang berbahan drum fiber disebut relatif mudah tenggelam, sehingga menyulitkan pelacakan.
Berdasarkan kondisi saat kejadian dan hasil pencarian sementara, korban diduga terseret arus cukup jauh dari titik awal perahu mengalami kerusakan”ujarnya.

Hingga saat ini, pihak keluarga masih berharap korban dapat segera ditemukan, sementara tim gabungan terus melakukan upaya pencarian secara maksimal. (sys/KS)

Most Popular