spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

NTT Bidik PON 2028 Jadi Lompatan Prestasi dan Ekonomi

KUPANG – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi NTT dalam menyukseskan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 sebagai momentum strategis untuk mendongkrak prestasi olahraga sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Penegasan itu disampaikan saat memimpin rapat bersama pengurus cabang olahraga di Gedung KONI NTT, Senin (24/2/2026) sore.

Dalam arahannya, Johni menekankan bahwa keberhasilan PON tidak semata diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dampak luas yang dirasakan masyarakat. Untuk itu, ia memperkenalkan konsep “Catur Sukses” sebagai fondasi persiapan, yakni Sukses Penyelenggaraan, Sukses Prestasi, Sukses Ekonomi melalui sektor pertanian dan pariwisata, serta Sukses Administrasi.

Menurutnya, meski kondisi ekonomi global sedang dinamis dan pemerintah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, semangat “Maju Terus Pantang Mundur” harus tetap menjadi pegangan.

“Ini pekerjaan rumah besar bagi kita semua. Saya percaya dengan kerja sama dan koordinasi yang tepat, sejarah ini bisa kita sukseskan bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi intensif dengan KONI Pusat agar seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai standar nasional.

Sebagai bagian dari strategi pemerataan dampak ekonomi, Pemprov NTT merancang distribusi lokasi pertandingan di berbagai kabupaten dan kota. Kota Kupang direncanakan menjadi pusat sejumlah cabang olahraga, seperti bola tangan, bulutangkis, tinju, sepak bola, taekwondo, tenis lapangan, hingga bola voli indoor.

Di daratan Timor, pertandingan sepak bola putra akan digelar di Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan. Cabang pencak silat direncanakan berlangsung di Malaka, sementara paralayang putra dipusatkan di Belu.

Wilayah Flores dan Alor juga mendapat peran penting. Cabang e-sport direncanakan berlangsung di Ende, sedangkan sepak bola putri serta air sport paralayang di Alor.

Daratan Sumba pun masuk dalam peta utama. Selancar ombak dan modern pentathlon akan digelar di Sumba Timur, tenis meja di Sumba Barat, serta equestrian dan angkat besi di Sumba Barat Daya.

Belajar dari pengalaman sebagai Ketua Pelaksana Asian Games 2018 di Jakarta, Johni menegaskan pentingnya melibatkan Ketua Pengurus Provinsi cabang olahraga sebagai pelaksana teknis agar standar lapangan dan kebutuhan pertandingan terpenuhi secara optimal.

Ia menyebut sejumlah daerah telah menyatakan kesiapan awal, termasuk Kabupaten Alor. Manggarai Barat juga dinilai memiliki kapasitas akomodasi yang relatif memadai untuk mendukung kebutuhan kontingen.

“Kita akan terus memantau kesiapan akomodasi di setiap kabupaten agar standar kenyamanan bagi seluruh kontingen tetap terjaga,” ujarnya.

Pemprov NTT bersama KONI Pusat, lanjutnya, akan mematangkan detail teknis dalam waktu dekat guna memastikan daerah ini benar-benar siap menyambut ribuan atlet dan tamu dari seluruh Indonesia pada PON 2028 mendatang. (Sys/ST)

Most Popular