KUPANG– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Kementerian Koperasi dan UKM RI resmi membuka Pelatihan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bagi Project Manager Officer (PMO), Business Assistant (BA), serta pendamping desa/kelurahan. Kegiatan berlangsung di Hotel Aston Kupang, Senin (24/11) sore, dan dibuka langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.
Gubernur Melki menegaskan bahwa KDKMP adalah program prioritas nasional yang menjadi mandat langsung Presiden Prabowo Subianto. Koperasi Merah Putih, katanya, harus menjadi mesin ekonomi rakyat dan fondasi kemandirian ekonomi desa.
“Sesuai mandat Presiden, KDKMP harus menjadi mesin ekonomi rakyat. Desa harus mandiri lewat koperasi,” tegasnya.
Menurut Gubernur, desa di NTT menyimpan potensi ekonomi besar yang selama ini belum dikelola maksimal. Komoditas kopi, kakao, mete, rumput laut, garam, energi terbarukan hingga potensi wisata dapat menjadi sektor unggulan jika dikelola secara profesional melalui koperasi modern.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pendamping, kepala desa/lurah, dan pengurus koperasi. Ketidaksinkronan di tingkat desa disebutnya bisa menghambat operasional KDKMP.
“Ini program gotong royong. Tidak boleh jalan sendiri-sendiri. Koperasi itu dari, oleh, dan untuk masyarakat di desa,” ujarnya.
Gubernur berharap peserta pelatihan memiliki kompetensi kuat dalam tata kelola koperasi, manajemen usaha, dan pemberdayaan masyarakat. KDKMP, katanya, bukan sekadar administrasi, tetapi model koperasi modern yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Deputi Pengembangan Usaha Kemenkop UKM, Panel Barus, menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM pendamping menjadi kunci keberhasilan KDKMP secara nasional.
“SDM adalah penentu utama keberhasilan koperasi,” jelas Panel Barus. Pelatihan tersebut membekali peserta kemampuan manajerial, teknik pendampingan, tata kelola modern, serta pengoperasian sistem informasi manajemen koperasi sebagai basis digital Koperasi Merah Putih.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTT, Jusuf Lery Rupidara, menyebut pelatihan diikuti 404 peserta, terdiri atas 221 PMO dan Business Assistant serta 183 tenaga ahli pemberdayaan P3MD. Narasumber dari Politani Kupang dan Politeknik Negeri Kupang hadir memberikan materi teknis dan manajerial.
“Pelatihan ini untuk memastikan kualitas pendamping KDKMP di seluruh NTT semakin profesional dan siap bekerja di lapangan,” ujar Lery. (Sys/ST)

