KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, membuka Lokakarya Hidrogen yang diselenggarakan HDF Energy Indonesia di Gedung Sasando, Kupang. Dalam kegiatan tersebut, HDF memaparkan konsep pembangkit Renewstable, yaitu pembangkit listrik berbasis energi terbarukan yang dikombinasikan dengan hidrogen dan baterai sehingga mampu menyediakan listrik selama 24 jam tanpa jeda.
Gubernur menegaskan komitmen Pemprov NTT untuk menjadikan daerahnya sebagai pionir hidrogen hijau di Indonesia dan Asia. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara Pemprov NTT dan HDF Energy, yang disebut sebagai cetak biru ekosistem hidrogen hijau pertama dan terbesar di Indonesia. Proyek Renewstable akan menjadi pembangkit hidrogen komersial pertama di Asia sekaligus pusat pembelajaran teknologi hidrogen bagi kawasan Indonesia Timur.
Sebanyak delapan kabupaten telah diproyeksikan menjadi lokasi pengembangan, meliputi Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Kupang, Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Rote Ndao, Alor, dan Sikka. Pembangunan pembangkit hidrogen ini diyakini dapat menekan biaya listrik, memperbaiki kualitas layanan, dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Selain sektor listrik, HDF bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan, ASDP, PLN, dan International Maritime Organization (IMO) untuk mengkaji penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar kapal, termasuk untuk rute Kupang–Rote. Inisiatif ini menjadikan NTT sebagai salah satu contoh awal penerapan dekarbonisasi sektor maritim di dunia.
Untuk mempercepat realisasi proyek, Pemprov NTT dan HDF Energy telah menyepakati sejumlah agenda strategis. Fokus percepatan ini mencakup pengumpulan data dan penyusunan kajian teknis, percepatan proses perizinan, penguatan kebijakan energi daerah melalui RUED, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal agar siap beradaptasi dengan teknologi energi baru.
Gubernur berharap seluruh proses pembangunan dapat segera berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa inisiatif hidrogen hijau ini bukan hanya proyek teknologi, tetapi langkah strategis untuk menempatkan NTT sebagai pusat inovasi energi terbarukan di Asia. (Sys/ST)

