spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Orang Tua Korban Ngamuk, Tuntut Program MBG di TTS Dihentikan

SOE, TTS – Kasus keracunan massal yang dialami ratusan pelajar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) memunculkan gelombang protes dari orang tua korban. Mereka meminta agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) segera dihentikan, lantaran dianggap lebih banyak membawa bahaya daripada manfaat.

Melianus Tamonob, orang tua salah satu korban, mengaku kecewa dan marah. Ia menilai program yang seharusnya menyehatkan justru membuat anak-anak sakit.
“Stop sudah program MBG. Ini bukan kasih anak kita makanan bergizi, tapi malah beracun,” ujarnya dengan nada tinggi saat ditemui di depan RSUD Soe, Jumat (3/10).

Melianus menegaskan, dirinya mampu memberi anak makanan sehat tanpa harus mengandalkan program pemerintah. Ia bahkan mengancam akan meminta pertanggungjawaban petugas dapur MBG jika kondisi anaknya memburuk.
“Berani ada apa-apa dengan anak saya, saya akan cari petugas yang masak. Saya minta dia tanggung jawab,” tegasnya.

Kemarahan serupa juga dilontarkan orang tua lainnya. Bahkan ada yang mengancam akan bertindak nekat bila keselamatan anak mereka tidak terjamin.
“Saya akan cari bunuh yang masak kalau ada apa-apa dengan anak saya,” ungkap salah seorang wali murid dengan emosi.

Kepala SD Inpres Soe, Yermia Haekase, turut meminta agar distribusi MBG dihentikan sementara. Menurutnya, baik murid maupun orang tua sudah mengalami trauma akibat peristiwa ini.
“Untuk sementara kita hentikan dulu MBG di sekolah kami. Kasihan anak-anak pasti trauma, begitu juga orang tua. Harus ada evaluasi dulu supaya kasus keracunan tidak terulang,” pintanya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan siswa dari SD Inpres Soe, SD GMIT Soe 2, SDI Oenasi, dan SD Adven mengalami keracunan usai menyantap menu MBG yang diduga sudah basi, Jumat (3/10/2025). Gejala yang dialami mulai dari pusing, mual, hingga muntah-muntah. Para korban langsung mendapat perawatan di RSUD Soe, Posko Dinas PRKP, serta Posko SD GMIT Soe 2.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, distribusi MBG untuk SD Inpres Soe pada hari kejadian terlambat dari jadwal biasanya. Jika biasanya makanan datang pukul 09.00 WITA, kali ini baru tiba sekitar pukul 11.00 WITA. (Sys/ST)

Most Popular