KEFAMENANU, TTU – Pendapatan Asli Daerah (PAD) RSUD Kefamenanu kembali mencatat lonjakan signifikan. Pada tahun anggaran 2025, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tersebut berhasil merealisasikan PAD sebesar Rp33,483 miliar, melampaui target yang ditetapkan.
Atas capaian tersebut, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., memberikan apresiasi kepada Direktur RSUD Kefamenanu, dr. Zakarias Dery Fernandez, M.Kes., beserta seluruh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan.
Bupati menilai, peningkatan PAD tersebut sejalan dengan meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Namun demikian, ia menegaskan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran RSUD Kefamenanu berpuas diri.
“Capaian PAD ini adalah bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Kefamenanu. Kinerja yang baik ini harus terus dimaksimalkan dan ditingkatkan,” tegas Bupati TTU.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Daerah TTU telah mengalokasikan subsidi sebesar Rp10 miliar kepada RSUD Kefamenanu yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan dukungan tersebut, Bupati menargetkan RSUD Kefamenanu mampu mencatat PAD sebesar Rp45 miliar pada tahun 2026.
Sementara itu, Direktur RSUD Kefamenanu, dr. Zakarias Dery Fernandez, menjelaskan bahwa peningkatan PAD terjadi secara konsisten dalam empat tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari meningkatnya kepercayaan masyarakat serta ketersediaan tenaga medis, khususnya dokter spesialis.
“RSUD Kefamenanu saat ini memiliki dokter spesialis saraf dan spesialis THT yang belum tersedia di rumah sakit lain di wilayah ini. Kehadiran dokter spesialis menjadi faktor penting meningkatnya kunjungan dan kualitas pelayanan,” jelas dr. Dery Fernandez.
Ia merinci, pada tahun 2022, target PAD sebesar Rp9 miliar berhasil direalisasikan hingga Rp15 miliar. Pada tahun 2023, dari target Rp16 miliar, realisasi mencapai Rp22 miliar. Tahun 2024, target Rp20 miliar terealisasi Rp27 miliar. Sedangkan pada tahun 2025, dari target Rp24,9 miliar, realisasi melonjak signifikan hingga Rp33,483 miliar.
Menurut dr. Dery, capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran RSUD Kefamenanu untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, profesionalisme tenaga kesehatan, serta tata kelola rumah sakit yang transparan dan akuntabel.
“Kami berkomitmen menjadikan RSUD Kefamenanu sebagai rumah sakit rujukan yang semakin berkualitas dan mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat TTU,” pungkasnya.(Sys/ST).

