spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Panen Pangan Lestari di Oenali, Wagub Johni Tetapkan Yonri Sabuna sebagai Fasilitator GMIT

SOE, TTS – Dalam rangkaian Konven Kaum Bapak GMIT, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melaksanakan panen bersama Program Pangan Lestari yang dikelola Yonri Sabuna, warga Jemaat Immanuel Oenali, Kecamatan Kota Soe.

Program yang digagas secara mandiri oleh masyarakat ini memanfaatkan enam sumur gali dan satu sumur bor untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tengah musim kemarau panjang. Dalam enam bulan, pola tanam efisien yang diterapkan mampu menghasilkan sekitar satu ton panen dengan komoditas utama seperti cabai, pecay (huma), timun, dan selada.

Wagub Johni Asadoma mengapresiasi keberhasilan tersebut dan menilai bahwa inisiatif lokal seperti ini menjadi contoh kemandirian pangan yang kuat. Ia menegaskan bahwa ketika masyarakat mampu mengelola air dan lahan dengan bijak, hasilnya tidak hanya mencukupi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga turut menekan angka stunting di daerah.

“Inilah contoh nyata kemandirian pangan di desa. Ketika masyarakat mengelola air dan lahan dengan bijak, hasilnya tidak hanya mencukupi kebutuhan keluarga tetapi juga membantu mengurangi angka stunting,” ujarnya saat meninjau lahan Yonri Sabuna.

Sebagai bentuk penghargaan, Wagub Johni menetapkan Yonri Sabuna sebagai Fasilitator Pangan Lestari Kaum Bapak GMIT, dengan harapan agar pengalaman dan inovasi yang ia miliki dapat diterapkan di jemaat maupun desa-desa lain di wilayah NTT.

Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan penandatanganan prasasti peresmian Lapangan Amtetus di lingkungan Jemaat Immanuel Oenali. Wagub Johni juga menyerahkan satu unit traktor roda dua dan pompa air dari Pemerintah Provinsi NTT kepada Kaum Bapak Sinode GMIT sebagai dukungan terhadap penguatan program pangan berkelanjutan.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Gereja memiliki peran besar membangun iman, moral, dan kemandirian masyarakat. Jika semua bergerak bersama, maka NTT akan semakin maju dan sejahtera,” tutupnya.

Langkah ini menjadi bukti sinergi nyata antara pemerintah dan gereja dalam mendorong kesejahteraan serta kemandirian masyarakat melalui penguatan sektor pertanian dan pemberdayaan umat di tingkat akar rumput. (Sys/ST)

Editor: Agus S

Most Popular