KUPANG – Satuan Samapta Polresta Kupang Kota membubarkan sekelompok pemuda yang berkumpul hingga dini hari di kawasan Stadion Merdeka, Senin (2/3/2026), dalam patroli rutin guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kegiatan patroli diawali dengan arahan Kasubnit Dalmas AIPTU Hendrik Markus kepada Tim Patroli Perintis “Saboak” sebelum melaksanakan patroli lampu biru di sejumlah ruas jalan utama Kota Kupang.
Rute patroli dimulai dari Pos Polisi Fatululi dengan menyusuri Jalan El Tari, Jalan Kenari, Jalan Jenderal Soeharto, Jalan Jalur 40, Jalan Adi Sucipto Patung Burung, Jalan Timor Raya Lasiana, Jalan Perintis Kemerdekaan, hingga Jalan Veteran sebelum kembali ke Pos Polisi Fatululi.
Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Djoko Lestari melalui Kasat Samapta AKP Stevenson Albertino Bessie menjelaskan patroli menyasar titik-titik keramaian dan pusat aktivitas masyarakat guna mencegah potensi gangguan keamanan.
“Sasaran patroli meliputi lokasi yang berpotensi terjadi gangguan, baik ambang gangguan maupun gangguan nyata, sekaligus menunjukkan kehadiran polisi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Saat patroli lanjutan di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di sekitar Stadion Merdeka, personel mendapati sekelompok pemuda yang masih berkumpul di area publik.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan badan dan kendaraan secara humanis untuk mengantisipasi kepemilikan senjata tajam, minuman keras, maupun penyalahgunaan narkoba.
“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan barang berbahaya,” jelas AKP Stevenson.
Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan imbauan Kamtibmas terkait potensi kerawanan tindak kriminalitas pada malam hari serta mengingatkan agar tidak mengganggu ketenangan warga sekitar. Para pemuda selanjutnya dibubarkan secara persuasif dan diarahkan kembali ke rumah masing-masing.
Menurutnya, patroli tersebut efektif menjaga situasi tetap kondusif di kawasan Stadion Merdeka sekaligus mencegah potensi balap liar, tawuran, maupun gangguan Kamtibmas lainnya.
“Hasilnya, situasi di sekitar Stadion Merdeka terpantau aman dan kondusif. Para pemuda membubarkan diri dengan tertib dan potensi gangguan keamanan berhasil dicegah,” pungkasnya. (Sys/ST)

