spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pembelajaran Mendalam Menggema di TTS: SD GMIT SoE 1 Jadi Pusat Gerakan Transformasi Pendidikan Dasar

SOE, TTS – Gelombang perubahan pendidikan benar-benar terasa di SD GMIT SoE 1, Jumat (5/12/2025). Sekolah tersebut menjadi pusat penyelenggaraan Talk Show dan Gelar Karya Peserta Pelatihan Pembelajaran Mendalam, sebuah agenda strategis yang menandai arah baru transformasi pendidikan dasar di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Sejak pagi, antusiasme tinggi terlihat dari seluruh rangkaian acara. Siswa-siswi SD GMIT SoE 1 membuka kegiatan dengan tarian penyambutan dan natoni, menampilkan kekayaan budaya lokal yang sarat makna. Persembahan itu seakan menegaskan bahwa transformasi pendidikan di TTS tetap berpijak pada identitas budaya daerah.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Yuna Manu, S.Sos., secara resmi membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembelajaran mendalam merupakan gerakan perubahan yang berfokus pada penguatan cara berpikir dan karakter siswa.

“Pembelajaran mendalam adalah gerakan perubahan. Kita ingin menghadirkan pembelajaran yang bukan hanya mengajar, tetapi benar-benar membentuk cara berpikir anak-anak kita,” tegas Yuna Manu.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang terus belajar, berinovasi, dan bekerja dengan hati demi masa depan pendidikan TTS,” tambahnya.

Rangkaian pembukaan dilanjutkan dengan doa bersama dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, menghadirkan suasana khidmat yang mempertegas nilai kebangsaan dalam proses pendidikan.

Memasuki sesi inti, empat narasumber dari masing-masing kelas memaparkan praktik baik (best practices) yang mereka kembangkan selama mengikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam. Tidak hanya paparan, empat panelis turut memberikan tanggapan serta analisis yang memperkaya pemahaman peserta.

Diskusi berlangsung dinamis, dipenuhi gagasan segar dan solusi inovatif. Para guru menunjukkan komitmen tinggi untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih aktif, relevan, dan bermakna bagi siswa di sekolah masing-masing.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi refleksi bersama, menjadi ruang untuk menyatukan pemahaman, mengkritisi tantangan, serta memperkuat komitmen kolektif dalam implementasi pembelajaran mendalam.

Salah satu Fasilitator Pembelajaran Mendalam, Beny Okran Neonane, S.Si., Gr., menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai penghubung antara teori dan praktik lapangan.

“Talk Show dan Gelar Karya ini adalah titik penghubung antara teori dan praktik. Kita menutup rangkaian ini dengan refleksi sebagai upaya menguatkan komitmen implementasi pembelajaran mendalam di sekolah,” jelas Beny.

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, PIC Pembelajaran Mendalam Kabupaten TTS, para fasilitator, serta perwakilan guru dari berbagai SD di TTS. Seluruh kegiatan berjalan lancar dan tertib, meninggalkan kesan mendalam tentang kuatnya semangat kolaborasi dalam memajukan pendidikan daerah.

Melalui penyelenggaraan ini, SD GMIT SoE 1 tidak hanya menjadi tuan rumah, namun tampil sebagai simbol gerakan perubahan pendidikan di TTS—sebuah semangat yang terus menyala demi masa depan generasi muda. (Sys/ST)

Most Popular