spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemilik Mobil Sewaan Keluhkan Sikap Sekretaris Bawaslu TTS Pasca Lakalantas

SOE, TTS — Pemilik mobil sewaan yang digunakan Bawaslu Kabupaten Timor Tengah Selatan mengeluhkan belum adanya kejelasan perbaikan kendaraan pascakecelakaan lalu lintas yang terjadi pada 15 Desember 2025 di Kelurahan Cendana. Mobil jenis Toyota Avanza tersebut diketahui dikemudikan Sekretaris Bawaslu TTS, Korinus Nomleni.

Pemilik kendaraan, Adi Tulle, kepada wartawan di Soe, Rabu (17/12/2025), menyampaikan kekecewaannya karena hingga kini belum ada itikad baik untuk memperbaiki mobil miliknya yang rusak akibat kecelakaan.

“Saya WA minta biaya perbaikan, malah dibilang saya menekan dia. Padahal saya koordinasi baik-baik. Sejak mobil celaka sampai sekarang belum ada upaya perbaikan, sementara bengkel menunggu uang DP baru bisa mulai kerja,” ujar Adi.

Adi mengaku mengetahui kecelakaan tersebut pada 15 Desember sekitar pukul 03.00 Wita, setelah mendapat informasi dari warga yang membantu proses evakuasi.

“Saya dikasih tahu teman yang ikut evakuasi, katanya Pak Korinus bawa mobil dalam keadaan mabuk. Kejadiannya jam 03 subuh, itu juga sudah di luar jam kerja. Kalau mobil saya tidak diperbaiki, saya akan bawa persoalan ini ke ranah hukum,” tegasnya.

Ia menjelaskan, mobil tersebut masih dalam status kredit dan disewakan ke Bawaslu TTS melalui kontrak yang diperoleh salah seorang rekannya. Karena itu, ia berharap ada tanggung jawab penuh atas kerusakan kendaraan.

“Itu mobil masih kredit. Saya hanya minta supaya ada upaya perbaikan,” tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Korinus Nomleni membantah tudingan bahwa dirinya menghindari tanggung jawab. Ia menyebut tetap membangun komunikasi dengan pihak vendor yang berkontrak dengan Bawaslu TTS terkait sewa kendaraan.

Korinus menjelaskan, saat Adi menghubunginya untuk membahas perbaikan kendaraan, ia masih menjalani perawatan di rumah sakit sehingga komunikasi tidak berjalan maksimal.

“Waktu Pak Adi WA saya, saya masih di rumah sakit. Beliau tidak tanya kondisi saya, langsung tanya soal perbaikan mobil. Saya tidak lari dari tanggung jawab, hanya saja proses perbaikan butuh waktu karena suku cadang harus didatangkan dari luar NTT,” ujarnya.

Ia juga membantah tudingan bahwa dirinya mengemudi dalam kondisi terpengaruh minuman beralkohol saat kecelakaan terjadi.

“Waktu itu saya tidak mabuk,” tegas Korinus.

Hingga berita ini diturunkan, persoalan perbaikan kendaraan masih menunggu kesepakatan antara pemilik mobil dan pihak terkait. (Sys/ST)

Most Popular