KUPANG – Bupati Kupang Yosef Lede menghadiri ibadah pengutusan Pdt. Betsi Kristiana Hotty, S.Th sekaligus perhadapan Pdt. Jahja Anderias Millu, S.P., S.Th di Gereja GMIT Kasih Karunia Oesao, Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Minggu (8/3/2026) pagi. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyoroti pentingnya peran gereja dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kupang.
Ibadah pengutusan dan perhadapan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi NTT Emiliana Nomleni, Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo, Kepala Dinas Pariwisata Marthen Timate, Kasat Pol PP Kabupaten Kupang Adi Lona, Kabag Umum Mikhael Dimu Hau, Kabag Organisasi Feronika, Camat Kupang Timur Marina Ludji, serta Ketua Majelis Klasis Kupang Timur Pdt. Elmodan Naimasus, S.Th bersama jemaat dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Kupang menyampaikan apresiasi kepada Pdt. Betsi Kristiana Hotty atas pengabdian dan pelayanan yang telah diberikan selama menggembalakan jemaat GMIT Kasih Karunia Oesao.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kupang, kami menyampaikan terima kasih kepada Pdt. Betsi karena sekian lama menggembalakan jemaat yang adalah masyarakat Kabupaten Kupang,” ujar Yosef Lede.
Ia berharap pelayanan yang telah dijalankan di Jemaat Kasih Karunia Oesao dapat terus dilanjutkan oleh Pdt. Betsi di tempat pelayanan yang baru, yakni di Jemaat GMIT Bethesda Tarus yang juga berada di wilayah Kabupaten Kupang.
“Kami yakin dan percaya bahwa kemanapun Mama Betsy pergi, Tuhan yang mengantar, Tuhan menjaga, Tuhan menyertai dan Tuhan memberkati pelayanan Mama Betsy,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Kupang juga menyampaikan selamat melayani kepada Pdt. Jahja Anderias Millu yang mulai melayani di Jemaat GMIT Kasih Karunia Oesao. Ia berharap pendeta yang baru dapat melanjutkan berbagai hal baik yang telah dibangun oleh pendeta sebelumnya dalam kehidupan bergereja di jemaat tersebut.
Bupati Yosef Lede juga menyoroti latar belakang pendidikan Pdt. Jahja Anderias Millu yang memiliki keilmuan di bidang pertanian. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi kekuatan tambahan dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di sektor ketahanan pangan.
“Kami sangat berharap bahwa selain melayani di gereja, Bapak Pendeta juga dapat turut berkolaborasi dengan pemerintah, khususnya dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Kupang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa wilayah Oesao dikenal sebagai daerah yang subur dengan masyarakat yang memiliki semangat tinggi dalam mengelola lahan pertanian. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus menanam dan memperkuat ketahanan pangan.
“Kalau terjadi sesuatu, pangan-lah yang menyelamatkan kita. Jika ketahanan pangan kita kuat, maka kita akan tetap bertahan sekalipun menghadapi berbagai persoalan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandie, S.Th dalam suara gembalanya menyampaikan terima kasih kepada Pdt. Betsi Kristiana Hotty atas pelayanan yang telah diberikan kepada jemaat. Ia juga mengajak jemaat untuk terus menjaga persekutuan serta mempersiapkan diri menyambut rangkaian perayaan Paskah.
Ia menegaskan bahwa kehidupan bergereja harus dibangun dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama, sehingga jemaat dapat saling menolong dan menjadi berkat bagi banyak orang.
Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Betsi Kristiana Hotty menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jemaat GMIT Kasih Karunia Oesao yang telah menerima dan mendukung dirinya selama menjalani pelayanan.
“Orang bilang kami datang di keluarga dan siap untuk ditolak, tetapi cinta yang kami dapatkan di akhir pelayanan ini adalah cinta yang sangat besar dan tidak akan pernah saya lupakan ke mana pun saya pergi,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada Pdt. Jahja Anderias Millu agar terus membangun jemaat dengan semangat kasih sesuai dengan nama jemaat, Kasih Karunia.
“Saya hanya ingin berpesan bahwa nama gereja ini Kasih Karunia, dan di sini memang ada kasih karunia yang luar biasa, dari anak-anak muda sampai para lansia,” tuturnya.
Sementara itu, Pdt. Jahja Anderias Millu menyampaikan terima kasih kepada jemaat GMIT Kasih Karunia Oesao yang telah menerima dirinya sebagai pendeta yang baru.
“Saya menyadari bahwa menggantikan pendeta seperti Pendeta Betsy itu tidak mudah. Apa yang menjadi kelebihan beliau mungkin tidak bisa saya tiru sepenuhnya, tetapi saya akan berusaha melakukan yang terbaik sesuai kemampuan saya,” ujarnya. (Sys/ST)

