KUPANG — Jajaran Suster Religious of the Virgin Mary (RVM) Distrik Indonesia bersama perwakilan SDK Yaswari Niki-Niki, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), melakukan audiensi dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Minggu (4/1/2026) sore.
Audiensi tersebut dihadiri jajaran Suster RVM Distrik Indonesia, yakni Sr. Ma. Tarcisia Tere Karangora, RVM, Sr. Maria Doris, RVM, Sr. Ma. Fransisca R. Yasmini, RVM, dan Sr. Ma. Marselina Lodan, RVM. Turut hadir perwakilan SDK Yaswari Niki-Niki serta orang tua murid, yakni Grace Singli, Felix Semuki, Rosalia Mony, Reny Marlina Un, serta Darlien Putri A. Sirait sebagai perwakilan siswa.
Dalam pertemuan tersebut, para Suster RVM menyampaikan undangan resmi kepada Gubernur NTT terkait rencana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 RVM di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027 mendatang. Perayaan tersebut menjadi momentum penting perjalanan pelayanan dan karya RVM di bidang pendidikan dan sosial di Indonesia, khususnya di wilayah NTT.
Selain menyampaikan undangan, audiensi juga dimanfaatkan untuk menyampaikan kondisi SDK Yaswari Niki-Niki yang saat ini membutuhkan perhatian terkait perawatan dan perbaikan sarana prasarana sekolah. SDK Yaswari Niki-Niki tercatat telah berdiri selama 66 tahun, melayani 170 siswa, dan didukung oleh 12 orang tenaga pendidik.
Gubernur Melki Laka Lena menyambut baik undangan perayaan HUT ke-50 RVM di Indonesia dan menyatakan akan mengagendakan kehadirannya pada kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi kontribusi RVM yang selama ini konsisten mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan di NTT.
Menanggapi kondisi SDK Yaswari Niki-Niki, Gubernur menjelaskan bahwa kewenangan pengelolaan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama berada pada pemerintah kabupaten. Meski demikian, ia mendorong pihak sekolah untuk kembali membangun komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan agar kebutuhan perbaikan dapat diusulkan dalam perencanaan anggaran daerah.
“Coba jajaran sekolah membangun komunikasi kembali dengan pemerintah kabupaten agar kebutuhan sekolah bisa masuk dalam usulan anggaran. Karena kewenangan Pemerintah Provinsi tidak sampai di SD dan SMP,” ujar Gubernur Melki.
Ia juga menyarankan agar pihak sekolah menginisiasi kegiatan temu alumni yang dirangkaikan dengan agenda lain sebagai upaya membangun dukungan bersama bagi pengembangan sekolah. “Kalau dibuat temu alumni dan kegiatan lain, saya juga akan hadir. Para alumni tentu bisa ikut berkontribusi untuk pembangunan SDK Yaswari ke depan,” tambahnya.
Sebagai informasi, Suster RVM (Religious of the Virgin Mary atau Religiosas de la Beata Virgen María) merupakan kongregasi suster Katolik internasional yang didirikan di Filipina pada tahun 1684. Kongregasi ini dikenal luas melalui karya pelayanan di bidang pendidikan, sosial, dan kesehatan, serta telah lama berkarya di Indonesia, termasuk di wilayah Keuskupan Agung Kupang. (sys/KS)

