SOE, TTS – Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) periode 2025–2030 resmi dikukuhkan. Namun, Bupati TTS Eduard Markus Lioe langsung memberi peringatan tegas: PMI tidak boleh hanya hadir sebagai simbol, tetapi harus nyata di tengah masyarakat.
Pengukuhan dilakukan oleh Ketua PMI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Alfridus Bria Seran, di Aula Mutis Kantor Bupati TTS, Senin (30/3/2026), disaksikan Wakil Bupati Jhony Army Konay, Sekda Seperius Edison Sipa, unsur Forkopimda, hingga jajaran perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab kemanusiaan yang besar.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah amanah kemanusiaan yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” tegas Eduard.
Ia menekankan peran strategis PMI sebagai mitra pemerintah dalam penanganan bencana, pelayanan kesehatan, hingga aksi sosial kemanusiaan. Menurutnya, di tengah berbagai persoalan masyarakat, PMI harus hadir sebagai garda terdepan yang cepat dan tanggap.
Bupati juga meminta pengurus yang baru dikukuhkan mampu membangun organisasi yang profesional, memperkuat kapasitas relawan, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, TNI/Polri, hingga lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat.
“Kita butuh PMI yang kuat, responsif, dan siap turun langsung membantu masyarakat, bukan hanya aktif saat acara,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah TTS yang cukup tinggi. PMI diminta sigap dalam kondisi darurat maupun fase pemulihan pascabencana.
Tak kalah penting, Bupati juga mendorong penguatan gerakan donor darah sebagai bagian dari pelayanan kesehatan masyarakat.
“Donor darah harus terus digalakkan. Ini menyangkut nyawa manusia,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten TTS, lanjutnya, siap mendukung penuh PMI sebagai mitra strategis dalam pelayanan kemanusiaan, dengan harapan seluruh program yang dijalankan benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam kegiatan PMI, baik sebagai relawan maupun donor darah.
Adapun susunan pengurus PMI Kabupaten TTS periode 2025–2030 dipimpin oleh Marthen Johanis K. Banunaek sebagai Ketua, didampingi Idha Y. Th. Lioe sebagai Sekretaris dan Frans Steven Tafui sebagai Bendahara, serta sejumlah bidang dan anggota lainnya.
Pengukuhan ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran PMI di Kabupaten TTS sebagai organisasi kemanusiaan yang aktif, responsif, dan benar-benar hadir untuk masyarakat. (Sys/ST)

