SOE, TTS – Pekerjaan peningkatan jalan rabat beton sepanjang 500 meter di Desa Laob, Kecamatan Polen, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), hingga kini belum juga rampung meski telah memasuki tahun 2026. Kondisi tersebut memicu keluhan warga karena material proyek masih menutup badan jalan dan menghambat aktivitas masyarakat.
Proyek yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp329.968.000 tersebut berlokasi di Dusun II Kaekolin. Berdasarkan kontrak, pekerjaan itu seharusnya diselesaikan dalam waktu 90 hari kalender. Namun hingga saat ini, sebagian ruas jalan masih belum dikerjakan.
Material pekerjaan yang menutup badan jalan disebut menyulitkan masyarakat, terutama saat mengangkut hasil pertanian untuk dipasarkan keluar desa.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan jalan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk masyarakat, terlebih ketika musim hujan tiba.
“Kalau musim hujan kami seperti terisolir karena dihimpit dua sungai. Ini satu-satunya jalan keluar. Kalau tidak segera diselesaikan, masyarakat sangat kesulitan dan perekonomian jadi terhambat,” ujarnya kepada media ini, Jumat (20/2/2026).
Warga berharap pemerintah desa maupun pihak pelaksana segera menuntaskan pekerjaan tersebut agar tidak terus menghambat aktivitas masyarakat.
Menanggapi keluhan tersebut, media ini sebelumnya berupaya mengonfirmasi Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) maupun Kepala Desa Laob, namun belum berhasil. Baru pada Minggu (8/3/2026), media ini berhasil mengonfirmasi salah satu anggota TPK, Ona Bahan.
Ona menjelaskan bahwa pekerjaan rabat beton masih menyisakan sekitar 100 meter lebih dan akan kembali dilanjutkan pada Senin mendatang. Ia menyebut pekerjaan sempat terhenti akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung.
“Kemarin itu pekerjaan sempat terhenti karena hujan terus-menerus sehingga kendaraan sulit mengangkut material. Senin nanti akan lanjut kerja. Material sudah ada, bahkan mobil sudah menurunkan pasir dan semen,” ujarnya.
Ia juga membantah keluhan warga yang menyebut pekerjaan tersebut membuat jalan sulit diakses.
“Yang mengeluh itu yang tidak pergi pasar, yang tidak ada kerja. Kami yang tiap hari ke pasar masih bisa keluar jalan, ada yang pakai mobil dan motor,” katanya.
Menurut Ona, dari total volume pekerjaan sepanjang 500 meter, lebih dari 300 meter rabat beton telah selesai dikerjakan. Ia menargetkan sisa pekerjaan sekitar 100 meter dapat diselesaikan dalam waktu dua minggu.
“Kalau tiap hari tukang bisa kerja sekitar 30 meter, maka pekerjaan cepat selesai,” pungkasnya. (Sys/ST)

