SOE, TTS – Warga Dusun II RT 10 Desa Nobi Nobi, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), hingga kini masih hidup tanpa layanan listrik resmi. Sejak Indonesia merdeka, sekitar 60 kepala keluarga dengan jumlah lebih dari 200 jiwa di wilayah Saukuna tersebut belum menikmati aliran listrik dari PLN.
Kondisi itu membuat warga berinisiatif secara swadaya sejak tahun 2020 untuk menarik kabel listrik dari desa tetangga, yakni Desa Hoi, agar bisa mendapatkan penerangan di rumah mereka. Upaya tersebut dilakukan secara gotong royong dengan segala keterbatasan dan risiko keselamatan.
Selain rumah warga, fasilitas umum seperti dua gereja dan satu PAUD bernama Kebun Anggur juga memanfaatkan jaringan listrik swadaya tersebut. Namun karena menggunakan tiang kayu seadanya, warga harus rutin mengganti tiang yang patah atau roboh setiap tahun.
Pada tahun ini saja, tercatat sekitar 20 tiang penyangga kayu mengalami kerusakan dan harus diganti. Akibatnya, sebagian kabel bahkan sempat tergeletak di tanah, sehingga berpotensi membahayakan masyarakat.
Meski demikian, warga tetap bergotong royong memperbaiki jaringan secara mandiri demi mendapatkan penerangan pada malam hari seperti masyarakat di wilayah lain.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD TTS, Yerim Yoss Fallo, yang turun langsung ke lokasi setelah melihat foto dan video yang beredar di masyarakat. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Anggota DPRD TTS Piter Kefi serta Wakil Ketua PDI Perjuangan TTS, Anis Oematan.
“Kami datang untuk mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat. Mereka sangat membutuhkan pelayanan listrik yang layak dan aman,” ujar Yerim Yoss Fallo.
Ia menegaskan akan memperjuangkan agar warga Dusun II Desa Nobi Nobi segera mendapatkan pelayanan listrik resmi dari PLN, guna mencegah risiko yang dapat membahayakan masyarakat akibat jaringan listrik swadaya yang tidak memenuhi standar keselamatan.
Yerim juga berharap PLN ULP Soe dapat segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan memberikan solusi bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan akses listrik.
Masyarakat setempat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera memberikan perhatian serius agar mereka bisa menikmati listrik secara aman dan layak, serta meningkatkan kualitas hidup dan aktivitas pendidikan maupun keagamaan di wilayah tersebut.(Sys/ST).

