KUPANG — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan memperluas operasi pencarian terhadap dua korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan perluasan area pencarian dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan dua korban yang hingga kini masih hilang.
“Hari ini kami melanjutkan proses pencarian dan memperluas area operasi dengan harapan dua korban yang belum ditemukan dapat segera dievakuasi,” kata Fathur saat dihubungi dari Kupang, Senin (5/1).
Ia menjelaskan, area pencarian diperluas sekitar lima nautical mile dari wilayah pencarian sebelumnya. Perluasan tersebut dilakukan seiring dengan perpanjangan operasi SAR selama tiga hari, terhitung mulai Senin (5/1) hingga Rabu (7/1).
Perpanjangan operasi SAR dilakukan setelah ditemukannya korban kedua pada Minggu (4/1). Penemuan tersebut menjadi dasar evaluasi untuk melanjutkan pencarian terhadap dua korban lainnya.
Fathur menyampaikan, proses pencarian pada hari ke-11 dimulai sejak pukul 06.30 Wita, dengan titik pencarian disesuaikan dengan rencana operasi SAR yang telah ditetapkan.
Dalam operasi lanjutan ini, SAR Gabungan mengerahkan sebanyak 153 personel dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas personel Basarnas, TNI-Polri, KSOP Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, P3KOM, Grahawis, serta BPBD Kabupaten Manggarai Barat.
Selain itu, tim juga melibatkan komunitas penyelam dan unsur gabungan lainnya. Sebanyak 17 alat utama (alut) dikerahkan untuk menyisir perairan dan pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo.
“Tim SAR Gabungan dari Ditpolair Polda NTT juga menurunkan tim dari ITB Bandung serta Distrik Navigasi Kupang untuk membantu mendeteksi keberadaan bangkai kapal KM Putri Sakinah di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.
Sebelumnya, kecelakaan laut menimpa KM Putri Sakinah di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo. Kapal tersebut diketahui mengangkut 11 orang penumpang, terdiri atas enam wisatawan mancanegara asal Spanyol, satu pemandu wisata, serta empat kru kapal.
Hingga kini, proses pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan masih terus dilakukan dengan mengedepankan keselamatan personel dan koordinasi lintas instansi. (ant/KS)

