KUPANG, NTT – Baru sehari pasca serah terima jabatan, Kepala Puskesmas Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT),Albertin Y R Nggelan, S.ST. M. Kes langsung dihadapkan pada gelombang pengaduan masyarakat.
Aduan tersebut disampaikan dalam forum audiensi bersama Aliansi Suara Fatbar yang berlangsung di Aula Puskesmas Poto, Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.
Koordinator Umum Aliansi Suara Fatbar, Justus Petrus, menjelaskan bahwa awalnya masyarakat merencanakan aksi demonstrasi terbuka di depan gedung Puskesmas Poto.
Rencana tersebut bahkan telah disampaikan secara resmi melalui surat pemberitahuan. Namun, demi menjaga situasi tetap kondusif, aksi akhirnya diarahkan menjadi audiensi.
Menurut Justus, rencana aksi tersebut merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap sistem dan pola pelayanan kesehatan yang diterapkan oleh Umbu Piter Mila Meha, Amd.Kep., saat masih menjabat sebagai Kepala Puskesmas Poto. Umbu Piter kini diketahui telah dimutasi ke Puskesmas Sulamu, Kabupaten Kupang.
“Masalah ini bukan muncul tiba-tiba. Ini adalah puncak dari kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan selama kepemimpinan sebelumnya,” tegas Justus.
Aliansi Suara Fatbar menilai rekam jejak pelayanan yang ditinggalkan Umbu Piter di Puskesmas Poto mencerminkan ketidaklayakan untuk kembali menduduki jabatan strategis sebagai kepala puskesmas di wilayah lain, termasuk di Kecamatan Sulamu.
Atas dasar itu, Justus mendesak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang agar tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang telah lama disuarakan masyarakat Fatuleu Barat. Ia meminta agar seluruh keluhan dan temuan selama masa kepemimpinan Umbu Piter dijadikan bahan evaluasi serius.
Selain itu, Aliansi Suara Fatbar juga menuntut Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang menjatuhkan sanksi tegas kepada Umbu Piter Mila Meha atas dugaan buruknya pelayanan kesehatan yang dirasakan masyarakat.
Justus menambahkan, pihaknya saat ini masih terus menghimpun data dan bukti-bukti pendukung terkait berbagai persoalan pelayanan kesehatan di Puskesmas Poto pada periode sebelumnya. Seluruh data tersebut rencananya akan disampaikan secara resmi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang dalam waktu dekat.
Di akhir audiensi, Justus berharap Kepala Puskesmas Poto yang baru meski baru dua hari menjabat dapat menjadikan seluruh poin keluhan yang disampaikan sebagai bahan evaluasi dan pembenahan ke depan.
Keluhan tersebut mencakup disiplin jam kerja tenaga kesehatan, pelayanan ambulans, penanganan pasien melahirkan, serta berbagai persoalan mendasar lain yang selama ini dirasakan langsung oleh masyarakat Fatuleu Barat.
Audiensi berlangsung dalam suasana tertib dan diharapkan menjadi titik awal perbaikan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Poto.(Sys/ST)

