spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sekda TTS Pantau Pembangunan Dapur MBG 3T, Dorong Partisipasi Masyarakat Desa

SOE, TTS – Sekretaris Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Seperius Edison Sipa, melakukan pemantauan langsung pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperuntukkan bagi wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal, dan Terluar), Kamis (29/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Sekda Sipa didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Jhon Banunaek, Sekretaris Dinas Perhubungan Andi Kalumbang, Direktur Perumda Soe Frans Steven Tafui, serta Dewan Pengawas Perumda Soe Yohanis Naat.

Pemantauan dilakukan di sejumlah titik, antara lain Desa Tesi Ayofanu (Kecamatan Kie), Nenotes, Poli (Kecamatan Santian) Skinu, dan Oeleu (Kecamatan Toianas).

Di setiap lokasi yang disinggahi, Sekda Sipa meminta dukungan penuh masyarakat agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal. Menurutnya, program MBG bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, khususnya di wilayah dengan aksesibilitas terbatas yang memerlukan standar pelayanan khusus serta dukungan kuat dari pemerintah daerah.

Sekda menjelaskan bahwa dapur MBG dibangun di atas lahan milik pemerintah desa dan dalam pelaksanaannya akan melibatkan tenaga kerja lokal. Selain itu, masyarakat desa juga didorong untuk mulai bertanam dan beternak guna menyuplai bahan pangan ke dapur MBG.

“Mari kita dukung program MBG ini, karena banyak hal yang bisa meningkatkan perekonomian keluarga. Masyarakat bisa menanam sayur, beternak ayam, atau memelihara ikan yang hasilnya disuplai ke dapur MBG,” ujar Sekda Sipa.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa di Kabupaten TTS terdapat 127 titik dapur MBG 3T yang dibangun untuk mempercepat pelayanan. Selama ini, program MBG telah berjalan namun masih terpusat di Kota Soe.

“Program ini sangat membantu masyarakat, sehingga perlu didukung oleh semua pihak. Kita patut bersyukur karena dapur MBG kini bisa dibangun hingga ke desa-desa,” tambahnya.

Sekda juga menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan Dapur MBG 3T meliputi pemerataan gizi agar anak-anak dan kelompok rentan di daerah pelosok memperoleh asupan makanan bergizi setara dengan wilayah perkotaan, penanganan stunting melalui penyediaan makanan bergizi segar dan aman setiap hari, serta pengembangan ekonomi lokal dengan melibatkan komoditas pangan desa.

Dapur MBG 3T sendiri dibangun di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau, seperti wilayah perbatasan, pedalaman, dan daerah terpencil.

Sementara itu, Pendeta Imanuel Tangasa dari Tesi Ayofanu menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG. Menurutnya, gereja dan pemerintah sama-sama terpanggil untuk melayani masyarakat dalam berbagai bentuk.

“Kami sangat mendukung program MBG ini. Gereja dan pemerintah memiliki panggilan yang sama untuk melayani,” ujarnya.
Namun demikian, ia berharap pelaksanaan program MBG tetap memperhatikan kenyamanan dan keamanan jemaat dalam beribadah.

“Kami berharap rumah ibadah tetap aman agar jemaat bisa beribadah dengan tenang. Intinya, kami mendukung program pemerintah,” tambahnya.

Antusiasme juga ditunjukkan oleh para siswa SD Negeri Nenotes yang menyambut baik kehadiran dapur MBG di wilayah mereka. Mereka berharap program tersebut dapat segera beroperasi agar anak-anak di desa juga bisa menikmati layanan makan bergizi gratis seperti di perkotaan. “Selama ini hanya di kota. Kami berharap bisa dipercepat supaya kami juga dapat pelayanan makan bergizi gratis,” ujar para siswa dengan penuh semangat di hadapan Sekda dan rombongan.(Sys/ST).

Most Popular