KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri Pengukuhan dan Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi NTT dari Rizal Suhaili kepada Kapsari. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula El Tari, Kupang, Rabu (14/1/2025).
Pergantian kepemimpinan ini disebut sebagai bagian dari upaya penguatan organisasi BPKP agar semakin optimal menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam pengawasan dan pendampingan pengelolaan keuangan serta program pembangunan.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa NTT sebagai daerah kepulauan menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks, mulai dari kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur, hingga kerentanan sosial-ekonomi. Oleh karena itu, pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program pembangunan dituntut semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran.
“Di sinilah peran BPKP menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai partner strategis pemerintah daerah yang memberikan pendampingan serta peringatan dini,” tegas Gubernur.
Gubernur juga menekankan pentingnya pendekatan pencegahan dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, pengawasan yang kuat sejak awal akan mencegah munculnya persoalan hukum di kemudian hari.
“Kami lebih memilih dicegah daripada diobati. Lebih baik ditegur dan diingatkan sejak awal, daripada harus berhadapan dengan persoalan hukum. Pengawasan yang kuat adalah kunci keberhasilan pembangunan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan ucapan selamat kepada Kapsari atas amanah baru sebagai Kepala Perwakilan BPKP Provinsi NTT.
Ia berharap kepemimpinan baru ini dijalankan dengan menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta tanggung jawab moral.
Kepada Rizal Suhaili, Gubernur menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pengabdian serta kontribusi nyata selama bertugas dalam memperkuat tata kelola keuangan dan pembangunan di Provinsi NTT.
Ke depan, Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi yang sehat dan konstruktif dengan BPKP, dengan tetap menjunjung independensi dan objektivitas lembaga tersebut, demi terwujudnya NTT yang maju, bersih, dan sejahtera. (Sys/ST)

