spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Setahun Melki–Johni, Gubernur Paparkan Capaian dan Tantangan di Dialog GAMKI–RRI

KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memaparkan capaian satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma dalam dialog radio interaktif yang digelar Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Studio Pro 1 RRI Kupang, Senin (23/2/2026).

Dialog bertema “Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Melki–Johni sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT” itu menghadirkan Ketua DPD GAMKI NTT Winston Neil Rondo, akademisi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Apolonaris Gai, serta pengamat ekonomi James Adam yang mengikuti secara daring. Kegiatan dipandu presenter RRI Kupang, Vongky Lete.

Dalam pemaparannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu capaian paling signifikan selama satu tahun terakhir, merujuk pada data makro terbaru.

Menurutnya, sektor pertanian menjadi penopang utama. Peningkatan produksi gabah dan komoditas pertanian lainnya berdampak langsung pada kenaikan pendapatan masyarakat.

“Sektor pertanian mengalami peningkatan sangat tinggi. Hampir 60 persen masyarakat NTT bergerak di sektor ini dan kontribusinya terhadap PDRB mencapai hampir 30 persen, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani dan membantu menekan angka kemiskinan,” jelasnya.

Selain pertanian, program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut turut membantu kelompok rentan, khususnya anak-anak, meski implementasinya masih perlu diperluas hingga menjangkau desa-desa.

Di sektor lain, Melki menyebut pertumbuhan pariwisata meningkat hampir 40 persen dari target tahunan. Sektor peternakan, kelautan dan perikanan—termasuk komoditas cakalang dan rumput laut—serta perkebunan kopi dan kakao juga menunjukkan tren positif.

“Di tengah situasi global dan nasional yang tidak mudah, kerja kolaboratif semua pihak serta semangat pantang menyerah masyarakat NTT membuahkan hasil positif. Meski begitu, kemiskinan ekstrem masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dibenahi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan daerah dijalankan dengan konsep NTT Centris, yakni membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang saling terhubung antarkabupaten/kota. Pertumbuhan Labuan Bajo, misalnya, diharapkan memberi efek ganda bagi wilayah lain seperti Rote, Alor, Sumba, dan Flores.

Ketua DPD GAMKI NTT, Winston Neil Rondo, mengapresiasi capaian makro yang dinilai menunjukkan tren positif. Namun ia mengingatkan pentingnya memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan generasi muda.

“Pertumbuhan ekonomi harus mulai terasa di kantong anak muda. Tahun kedua kepemimpinan Melki–Johni harus menjadi fase penciptaan lapangan kerja baru,” tegasnya.

Sementara itu, Apolonaris Gai menilai tahun pertama kepemimpinan Melki–Johni lebih difokuskan pada penguatan fondasi tata kelola pemerintahan berbasis good governance serta stabilitas hubungan eksekutif dan legislatif.

Pengamat ekonomi James Adam menyoroti pentingnya penguatan implementasi program One Village One Product (OVOP) agar menghasilkan produk unggulan yang berdaya saing dan berkelanjutan. Ia juga menekankan peningkatan kualitas produk, promosi, harga, dan kesinambungan produksi dalam pengembangan NTT Mart yang kini tersebar di 22 kabupaten/kota.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gubernur Melki menyampaikan bahwa Pemprov NTT tengah mempersiapkan Tim Percepatan Ekonomi Kerakyatan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang masuk ke NTT dan telah menembus lebih dari Rp3,2 triliun.

“Kita harus membuka sebanyak mungkin lapangan pekerjaan di NTT. Potensi pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan masih sangat besar dan harus terus dioptimalkan,” katanya.

Mengakhiri dialog, Melki menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan dan kritik publik sebagai bagian dari demokrasi yang sehat.

“Pemerintahan ini adalah buku terbuka yang siap dikritik oleh siapa saja. Saya dan Pak Wagub membuka diri untuk menerima kritik,” pungkasnya.

Dialog tersebut menjadi ruang refleksi setahun kepemimpinan Melki–Johni sekaligus forum partisipasi publik dalam mengawal arah pembangunan NTT ke depan. (Sys/ST)

Most Popular