spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

SMK St. Isidorus Boawae Dipacu Jadi Motor OSOP Nagekeo

NAGEKEO – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong SMK Swasta Katolik St. Isidorus Boawae menjadi motor penggerak program One School One Product (OSOP) di Kabupaten Nagekeo.

Penegasan itu disampaikan saat kunjungan kerja Gubernur Melki ke sekolah tersebut, Selasa (27/1/2026), bertepatan dengan rangkaian Dies Natalis ke-58 sekolah yang dulu dikenal sebagai SPMA Boawae.

Di hadapan para siswa dan guru, Gubernur Melki menegaskan bahwa SMK St. Isidorus Boawae memiliki sejarah panjang dan peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang pertanian, peternakan, dan perkebunan sektor utama penopang ekonomi NTT.

“Dulu, semua orang datang ke SPMA Boawae untuk belajar. Lulusannya tersebar di seluruh NTT dan ikut membangun sektor ekonomi daerah. Spirit itu harus kita hidupkan kembali,” tegas Melki.

Gubernur Melki menantang para siswa untuk tidak hanya bercita-cita menjadi aparatur sipil negara, tetapi berani menjadi pengusaha muda di sektor riil.

“Jangan hanya bermimpi jadi PNS. Jadilah pengusaha pertanian dan peternakan yang sukses, mandiri, dan membanggakan daerah,” ujarnya, disambut antusias para siswa.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Provinsi NTT menetapkan SMK St. Isidorus Boawae sebagai leading sector OSOP SMA/SMK se-Kabupaten Nagekeo. Pemprov juga melibatkan Bank NTT untuk mendukung pembiayaan usaha sekolah melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Siapkan rencana bisnis yang matang. Bank NTT akan kita libatkan. Sekolah ini harus jadi contoh OSOP di Nagekeo,” tegas Gubernur.

Menurutnya, SMK St. Isidorus Boawae layak mendapat dukungan penuh karena memiliki rekam jejak kuat, potensi sumber daya manusia yang baik, serta kesiapan mengembangkan unit-unit usaha produktif berbasis lokal.

Sementara itu, Kepala SMK Swasta Katolik St. Isidorus Boawae, Romo Mario Antonius Werang, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Gubernur NTT.

Ia menjelaskan bahwa sekolah terus mengembangkan program kewirausahaan siswa sebagai bagian dari pendidikan vokasi yang berorientasi pada kemandirian ekonomi.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur NTT juga menyerahkan bantuan senilai Rp144 juta bagi korban banjir bandang di Kecamatan Mauponggo. Bantuan tersebut diterima oleh Pj. Sekda Nagekeo, Imanuel Ndun, dan merupakan hasil solidaritas masyarakat Sumba Timur dan Sumba Barat Daya melalui kegiatan Tour de EnTeTe.

Kunjungan ini menegaskan arah kebijakan Pemprov NTT dalam membangun daerah melalui penguatan pendidikan vokasi, kewirausahaan muda, dan ekonomi berbasis potensi lokal.(Sys/ST).

Most Popular