KUPANG – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Daerah Khusus (RSDK) Jiwa Naimata Kupang, Kamis (5/2/2026) pagi.
Kunjungan ini bertujuan melihat langsung kondisi pelayanan, peluang, serta tantangan yang dihadapi rumah sakit tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Wagub didampingi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Linus Lusi. Rombongan disambut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Iien Adriany, bersama jajaran pimpinan RSDK Jiwa Naimata, yakni Plt. Direktur Nova Elim, Kabag Tata Usaha Thoby Ndaumanu, Kabid Penunjang Nelci Ndun, dan Kabid Pelayanan I Nyoman Suwastika.
Selain meninjau fasilitas dan sarana pelayanan, Wagub juga berinteraksi langsung dengan tenaga medis, pegawai, serta pasien di berbagai ruangan.
Ia menyapa petugas kesehatan satu per satu, menanyakan kondisi pelayanan dan kebutuhan sarana kerja, sekaligus memberikan motivasi agar tetap melayani dengan penuh dedikasi.
Wagub juga menyempatkan diri menyapa pasien yang sedang menjalani perawatan, memberikan semangat dalam proses pemulihan.
“Saya melihat fasilitas di RSDK Jiwa Naimata sudah sangat baik dan memenuhi standar. Namun yang paling penting adalah sikap dan hati dalam melayani. Moto Melayani dengan Hati Terbuka harus benar-benar diwujudkan,” ujar Johni Asadoma. Ia menegaskan bahwa pelayanan terhadap pasien dengan gangguan kejiwaan membutuhkan kesabaran, ketekunan, serta kepedulian yang tinggi.
Plt. Direktur RSDK Jiwa Naimata, Nova Elim, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 13 pasien yang dirawat, terdiri dari 8 pasien laki-laki, 1 pasien perempuan, serta 4 pasien di ruang Padar. Ia juga menyampaikan bahwa sumber pendapatan rumah sakit berasal dari retribusi jasa umum, meliputi pelayanan rawat jalan, rawat inap, uji kesehatan, tindakan medik psikiatri, rehabilitasi medik, ambulans, farmasi, laboratorium, hingga jasa usaha lain seperti pengelolaan kantin dan jasa pencucian kendaraan bermotor.
Realisasi pendapatan rumah sakit disebut mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.
Ke depan, RSDK Jiwa Naimata menargetkan pengembangan menjadi rumah sakit umum dengan pelayanan khusus kejiwaan. Untuk itu dibutuhkan tambahan tenaga dokter spesialis, seperti saraf, anestesi, neurologi, rehabilitasi medik, serta dokter umum.
Pihak rumah sakit juga terus melakukan inovasi pelayanan, termasuk sosialisasi pentingnya pemeriksaan kesehatan mental secara rutin minimal dua kali setahun, serta pembangunan sarana dan prasarana pendukung.
Sebagai bagian dari terapi pasien, RSDK Jiwa Naimata menyediakan kebun terapi yang dimanfaatkan pasien untuk bercocok tanam sebagai bagian dari proses penyembuhan.
Kunjungan kerja Wagub diakhiri dengan pesan kepada seluruh jajaran rumah sakit agar terus meningkatkan profesionalisme serta kualitas pelayanan dengan penuh kasih.
“Pelayanan di sini bukan sekadar tugas, tetapi panggilan kemanusiaan. Lakukan semuanya dengan hati dan kasih,” tutupnya.(Sys/ST).

