spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

UCB Cetak Dokter untuk NTT

KUPANG – Upaya memperkuat layanan kesehatan dan akses pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Nusa Tenggara Timur memasuki babak baru. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meresmikan Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Rabu (4/2/2026), sebagai langkah strategis mencetak dokter daerah dan menutup ketimpangan layanan kesehatan.

Fakultas Kedokteran UCB menjadi fakultas kedokteran swasta pertama di NTT. Dengan peresmian ini, NTT kini resmi memiliki dua fakultas kedokteran, masing-masing satu negeri dan satu swasta.

“Ini merupakan lompatan besar untuk memenuhi kebutuhan tenaga dokter sekaligus mengatasi ketimpangan layanan kesehatan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar,” ujar Gubernur Melki.

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada yayasan dan pimpinan UCB atas komitmen menghadirkan pendidikan kedokteran di NTT. Ia juga menyoroti dukungan RSUD S.K. Lerik Kupang sebagai rumah sakit pendidikan utama, yang dinilai sebagai bentuk nyata kolaborasi membangun masa depan kesehatan daerah.

Menurutnya, NTT masih mengalami kekurangan tenaga dokter. Karena itu, ia menegaskan agar penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran UCB memprioritaskan putra-putri daerah. Dari rencana penerimaan sekitar 50 mahasiswa setiap tahun, minimal 90 persen diharapkan berasal dari NTT sebagai bentuk keberpihakan yang adil.

Terkait biaya pendidikan kedokteran yang relatif tinggi, pemerintah daerah akan mendorong skema pembiayaan yang lebih berkeadilan melalui kerja sama dengan pemerintah pusat. Skema tersebut mencakup pemanfaatan beasiswa LPDP dan dukungan Kementerian Kesehatan, termasuk untuk pendidikan dokter spesialis.

Gubernur juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang kuat antara Fakultas Kedokteran UCB dan Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana), serta pemanfaatan rumah sakit di seluruh NTT sebagai wahana praktik mahasiswa. Menurutnya, dokter yang tangguh lahir dari pengalaman praktik langsung di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, gubernur mengingatkan agar tidak ada lagi warga NTT yang meninggal karena kemiskinan dan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. Ia menilai hal tersebut sebagai alarm bagi semua pihak untuk terus membenahi sistem perlindungan sosial dan layanan dasar.

Peresmian Fakultas Kedokteran UCB Kupang diharapkan tidak hanya menjadi pembukaan program studi baru, tetapi juga menumbuhkan harapan baru bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan dan masa depan generasi NTT. “Momentum ini harus benar-benar menjadi jalan bagi perbaikan kesehatan dan masa depan generasi NTT,” ujarnya. (Sys/ST)

Most Popular