SOE, TTS – Sorotan publik terhadap rusaknya Jalan Kolonakaf di Desa Napi, Kecamatan Ki’e, akhirnya dijawab dengan langkah cepat Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) bersama sejumlah anggota DPRD TTS dan DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur. Aksi kolaboratif ini dilakukan setelah keluhan warga membeludak dan video kondisi jalan yang berubah menjadi kubangan lumpur viral di media sosial.
Perbaikan darurat mulai dikerjakan sejak Kamis (4/12/2025) hingga hari ini, dimulai dengan pengiriman alat berat berupa ekskavator oleh Pemkab TTS. Sejumlah anggota DPRD seperti Marten Natonis, Askenas Gomer Afi, Silvester Tampani, serta anggota DPRD NTT Emilia Nomleni dan Ince Sayuna turut menyumbangkan dump truck untuk mengangkut sertu yang digunakan menimbun titik-titik kritis.
Sebelumnya, Jalan Kolonakaf menjadi pusat perhatian setelah intensitas hujan tinggi mengubah jalur tersebut menjadi lumpur pekat. Banyak kendaraan terjebak, bahkan ada yang tidak dapat melintas sama sekali. Video yang beredar memperlihatkan kendaraan mogok, pengendara mendorong motor di tengah genangan, hingga ruas jalan yang menyerupai “laut lumpur”.
Situasi semakin memancing reaksi publik ketika Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, terekam melintas tanpa berhenti. Potongan video itu memicu kritik dan guyonan warganet, memantik diskusi luas soal penanganan infrastruktur daerah.
Merespons polemik tersebut, Bupati bergerak cepat. Ia langsung memerintahkan Dinas PUPR TTS melakukan penanganan darurat untuk memulihkan akses warga. Pada Kamis (4/12), Bupati turun ke lokasi bersama anggota DPRD NTT Emilia Nomleni dan Ince Sayuna, Camat Ki’e Semri Tualaka, serta tim teknis untuk memastikan pengerjaan segera dimulai.
Langkah cepat Pemkab TTS disambut positif masyarakat. Warga menyampaikan terima kasih atas respons pemerintah dan dukungan legislatif dalam memperbaiki jalur tersebut.
Selama ini, Jalan Kolonakaf menjadi jalur alternatif setelah jalan utama mengalami longsor beberapa tahun lalu. Namun, statusnya sebagai jalan non-status membuat ruas ini tidak masuk dalam penanganan permanen oleh pemerintah.
Anggota DPRD NTT, David Boimau, turut memberikan apresiasi atas respons cepat tersebut.
“Terima kasih kepada Pemkab TTS yang menindaklanjuti perbaikan Jalan Kolonakaf. Meskipun Bupati sempat dibully karena tidak berhenti saat melewati jalan itu, tetapi saya salut karena lebih baik diam namun ada tindakan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perhatian pemerintah provinsi terhadap seluruh ruas jalan provinsi di TTS.
Kolaborasi Pemkab TTS bersama unsur DPRD menjadi bukti bahwa penanganan infrastruktur—terutama jalan penghubung desa dan kecamatan—harus menjadi prioritas berkelanjutan. Jalan Kolonakaf, seperti banyak ruas lain di TTS, sangat vital untuk mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kolaborasi lintas lembaga ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi perbaikan permanen pada tahun mendatang. (Sys/ST)

