KUPANG – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menghadiri Perayaan Natal Bersama Keluarga Besar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra NTT yang digelar di Hotel Kristal Kupang, Sabtu malam (27/12).
Perayaan Natal yang mengusung tema “Natal Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Partai Gerindra” ini turut dihadiri Ketua DPD Partai Gerindra NTT Esthon Foenay, Bupati Kupang Yosep Lede, Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja, jajaran pengurus DPD Gerindra NTT, anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota dari Partai Gerindra, serta panitia Natal bersama.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Johni Asadoma menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh keluarga besar Partai Gerindra NTT. Ia menekankan bahwa perayaan Natal hendaknya dimaknai secara sederhana, namun penuh makna, damai, dan sukacita.
“Selamat Natal bagi keluarga besar Gerindra NTT dan bagi kita semua. Kehormatan bagi kita semua karena kita hadir dalam perayaan ini dengan kesederhanaan, tetapi penuh makna, damai, dan sukacita,” ujar Wagub Johni.
Lebih lanjut, Wagub mengingatkan pentingnya kepedulian sosial, khususnya kepada saudara-saudara sebangsa yang saat ini tengah dilanda musibah bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia.
“Momentum Natal ini juga harus kita tunjukkan dengan kepedulian nyata, melalui doa dan uluran kasih bagi saudara-saudara kita yang tengah mengalami bencana, seperti di Sumatra. Karena itu, perayaan Natal dan Tahun Baru kali ini cukup dirayakan secara sederhana,” tegasnya.
Menurut Johni Asadoma, Natal harus dimaknai sebagai perwujudan kasih Tuhan kepada umat manusia yang diimplementasikan dalam tindakan nyata yang membawa berkat bagi sesama.
“Apa yang kita kerjakan dan karyakan harus menjadi berkat bagi sesama. Natal mengajarkan kita untuk saling mengasihi dan memberi dampak positif bagi seluruh umat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra NTT Esthon Foenay menegaskan bahwa perayaan Natal bersama ini menjadi momentum penting untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
“Natal harus kita maknai sebagai semangat memupuk persatuan dan kesatuan, baik sebagai warga negara Indonesia maupun sebagai masyarakat NTT,” kata Esthon.
Ia juga mengajak seluruh kader Gerindra dan aparatur pemerintahan untuk bekerja secara profesional, berintegritas, dan menjauhi praktik-praktik yang merugikan masyarakat.
“Momentum ini menjadi refleksi bagi kita semua agar bekerja lebih profesional, penuh dedikasi, dan menjauhkan diri dari mental-mental yang tidak baik seperti KKN. Karena itulah yang membuat kita tidak bisa maju,” tandasnya.
Menutup sambutannya, Esthon Foenay mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga kebersamaan dan persatuan demi kemajuan daerah.
“Sekali lagi, jaga persatuan dan kesatuan di NTT. Bae Sonde Bae, NTT Lebe Bae!” pungkasnya. (Sys/ST)

