spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wagub Johni Tegaskan ASN Harus Kerja Keras di Tengah Fiskal Ketat

KUPANG – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, memimpin apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT pada Senin pagi (24/11/2025). Hadir dalam apel tersebut para Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, dan pimpinan perangkat daerah.

Dari total 5.701 ASN Pemprov NTT, tercatat 4.545 ASN hadir, sementara 1.156 ASN tidak mengikuti apel dengan berbagai keterangan: 375 tugas, 4 tugas belajar, 147 cuti, 2 cuti di luar tanggungan negara, 112 sakit, 80 izin, 3 MPP, dan 169 orang terlambat.

Mengawali arahannya, Wagub menyoroti meningkatnya laporan ASN sakit. Ia memerintahkan jadwal olahraga bersama setiap Jumat kembali diaktifkan untuk menjaga kebugaran pegawai.

“Banyak ASN yang sakit karena kurang berolahraga. Sesibuk apa pun kita, harus ada waktu untuk olahraga agar tubuh tetap fit dan tidak mudah sakit-sakitan,” tegasnya.

Wagub juga menyinggung agenda rapat dengan DPRD NTT mengenai perubahan bentuk hukum sejumlah BUMD menjadi Perseroda serta rencana penambahan penyertaan modal daerah untuk PT JAMKRIDA NTT, PT FLOBAMOR, dan PT Kawasan Industri Bolok. Langkah ini disebutnya penting untuk memperkuat operasional BUMD agar lebih produktif dan memberi kontribusi optimal bagi daerah.

“Dengan tambahan penyertaan modal, kita ingin profit meningkat. Kita kawal dengan audit rutin. Kalau kinerja kurang bagus, akan kita tata lagi,” katanya.

Dalam amanatnya, Wagub mengungkapkan bahwa dana transfer pusat ke NTT dipangkas hampir Rp300 miliar. Kondisi ini membuat pemerintah provinsi harus bekerja ekstra keras menggali potensi pendapatan daerah.

“Tahun depan kita target pendapatan Rp2,8 triliun. Maka setiap perangkat daerah harus kerja keras, kerja cerdas, inovatif,” ujar Johni.

Ia menekankan bahwa OPD penghasil PAD harus aktif berkomunikasi dengan wajib pajak untuk memastikan target tercapai. Selain itu, ia meminta seluruh ASN mendukung program nasional yang dijalankan di daerah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Garuda.

Menurutnya, Presiden RI mendorong pembangunan Sekolah Garuda di seluruh kabupaten/kota sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas pendidikan di NTT. “Pemerintah sudah siapkan banyak beasiswa. Tujuannya agar sektor pendidikan dan SDM kita bertumbuh baik dan anak-anak NTT makin pintar,” jelasnya.

Di akhir amanat, Wagub mengajak ASN memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam komoditas hortikultura. “Jangan biarkan lahan kosong. Tanam sayur, buah, untuk kebutuhan rumah tangga. Ini manfaatnya besar,” tutupnya. (Sys/ST)

Most Popular