spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Warga Oebesa Resah Bak Sampah di Tengah Kota Soe, Anjing Kerap Seret Sampah hingga Teras Rumah

SOE, TTS — Keberadaan bak penampungan sampah di Kelurahan Oebesa, tepatnya di depan TK Pembina dan samping Kantor PLN Soe, menuai keluhan warga. Lokasi penampungan yang berada di pusat Kota Soe dinilai sangat meresahkan dan telah berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan serius dari pihak terkait.

Salah satu warga Kota Soe, Ryan Malelak, mengungkapkan keresahannya atas kondisi tersebut. Menurutnya, meskipun warga sekitar rutin membayar retribusi sampah tahunan, bak penampungan itu justru menjadi tempat pembuangan sampah dari hampir satu kecamatan di Kota Soe.

“Kami masyarakat sekitar sudah terlalu resah dengan bak penampungan sampah ini. Yang membayar retribusi itu warga sekitar, tetapi yang buang sampah hampir dari satu kecamatan,” ujar Ryan kepada media, Kamis (8/1/2026).

Ia menuturkan, persoalan semakin parah ketika bak penampungan sudah penuh. Sampah kemudian dibuang sembarangan di luar bak, sehingga mengundang anjing-anjing liar yang mencium aroma popok bayi, pampers, dan sampah berbau amis.

“Anjing-anjing itu sering menyeret sampah sampai ke teras rumah, bahkan ke depan pintu rumah warga. Ini sudah sering terjadi,” katanya.

Ryan menegaskan, kondisi tersebut bukan masalah baru, melainkan telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa solusi konkret. Ia menyayangkan lokasi bak sampah yang berada di tengah kota dan dekat dengan fasilitas umum.

“Ini bukan di pinggir kota atau di tengah hutan, tapi di tengah kota. Kalau begini terus, mau jadi apa Kota Soe ke depan?” tegasnya.

Selain dampak lingkungan dan kesehatan, warga juga mengeluhkan rendahnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Banyak warga tetap membuang sampah meski bak penampungan sudah penuh, bahkan hanya melempar sampah dari atas sepeda motor tanpa memastikan masuk ke dalam bak.

“Kadang orang buang sampah dari atas motor saja, tidak turun dan tidak peduli masuk bak atau tidak. Yang penting lempar,” ungkap Ryan.

Ia bahkan memperingatkan, apabila kondisi ini terus dibiarkan tanpa kesadaran masyarakat dan perhatian serius dari pemerintah daerah, warga sekitar berencana menutup bak penampungan sampah tersebut.

“Kalau begini terus, dalam waktu dekat kami warga sekitar akan menutup bak penampungan ini,” tegasnya.

Ryan juga meminta pemerintah daerah segera turun tangan mencari solusi, baik melalui penataan ulang lokasi bak sampah, penambahan fasilitas, peningkatan pengawasan, maupun penegakan aturan terhadap pembuang sampah sembarangan.

“Kami mohon perhatian pemerintah daerah supaya kita sama-sama mengantisipasi keadaan ini. Jangan biarkan warga yang tinggal di sekitar menjadi korban terus,” pungkasnya. (Sys/ST)

Most Popular