SOE,TTS – Kelompok Tani Firdaus di Desa Mio, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sukses menggelar panen raya cabai (lombok) lokal seluas sekitar 10 hektare, Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penanaman kembali cabai lokal sebagai wujud komitmen menjaga keberlanjutan produksi hortikultura dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Panen raya ini menjadi bukti keberhasilan para petani Desa Mio dalam mengembangkan cabai lokal sebagai salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Keberhasilan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan petani sekaligus menjaga ketersediaan pasokan cabai di Kabupaten TTS.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Camat Amanuban Selatan, Penjabat (Pjs.) Kepala Desa Mio, Ketua Majelis Jemaat GMIT Mio, Ketua Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Amanuban Selatan, para penyuluh pertanian, Ketua Gapoktan Desa Mio, Ketua dan anggota Kelompok Tani Firdaus, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten TTS mengapresiasi semangat para petani yang terus bekerja keras mengembangkan sektor pertanian sebagai penopang utama perekonomian masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan panen raya tersebut menunjukkan bahwa kerja keras petani yang didukung pendampingan penyuluh pertanian mampu menghasilkan produksi yang optimal. Ia berharap keberhasilan Kelompok Tani Firdaus dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknik budidaya yang baik, efisien, dan berkelanjutan.
“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih menjadi kekuatan utama masyarakat. Pemerintah akan terus mendukung petani agar produktivitas terus meningkat dan kesejahteraan mereka semakin baik,” ujarnya.
Usai panen raya, seluruh tamu undangan bersama para petani melaksanakan penanaman kembali cabai lokal. Penanaman simbolis tersebut mencerminkan tekad petani untuk menjaga kesinambungan produksi sehingga pasokan cabai tetap tersedia sepanjang musim.
Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga menyerahkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) kepada kelompok tani sebagai dasar dalam memperoleh pupuk bersubsidi.
Selain itu, para petani mendapatkan sosialisasi mengenai mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi, mulai dari persyaratan, tata cara pengajuan, hingga pemanfaatannya agar tepat sasaran sesuai ketentuan pemerintah. Sosialisasi ini diharapkan dapat membantu petani memahami proses penyaluran pupuk sehingga kebutuhan sarana produksi dapat terpenuhi dengan baik.
Kegiatan panen raya ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, produktivitas pertanian di Desa Mio diharapkan semakin meningkat, memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkokoh ketahanan pangan di Kabupaten Timor Tengah Selatan.(Sys/ST).

