KUPANG – Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berupaya meningkatkan kualitas publikasi dan dokumentasi kegiatan pemerintahan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Kantor Sendiri (PKS) yang digelar di Ruang Kerja Biro Adpim Setda Provinsi NTT, Selasa (14/7/2026).
Pelatihan yang diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Biro Adpim ini menghadirkan jurnalis senior Trans Media, Kristoforus Ngay, sebagai narasumber. Kegiatan difokuskan pada peningkatan kompetensi di bidang foto dan video jurnalistik guna mendukung publikasi aktivitas Gubernur dan Wakil Gubernur NTT secara profesional, informatif, dan menarik.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Yohanes Abrianto Kore, mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang cepat, akurat, dan berkualitas.
“Pelatihan ini merupakan investasi bagi peningkatan kualitas kerja kita. Saya berharap seluruh ASN dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh karena materi yang diperoleh akan sangat mendukung tugas-tugas publikasi dan dokumentasi di Biro Administrasi Pimpinan,” ujarnya.
Dalam sesi materi, Kristoforus Ngay menekankan bahwa personel dokumentasi pemerintah saat ini dituntut memiliki kemampuan yang lebih luas atau multitasking. Tidak hanya mampu mengoperasikan kamera, tetapi juga memahami keseluruhan proses produksi konten hingga penyajian informasi kepada publik.
Ia menjelaskan, seorang petugas dokumentasi idealnya memiliki kemampuan dasar sebagai kameramen yang menguasai aspek teknis peralatan sekaligus memiliki kepekaan artistik dalam menghasilkan gambar. Selain itu, mereka juga perlu memiliki kemampuan sebagai reporter yang mampu melakukan wawancara dan menulis berita sesuai kaidah jurnalistik.
Tak hanya itu, personel dokumentasi juga diharapkan memahami proses penyuntingan foto dan video, teknik dubbing, hingga memiliki kemampuan sebagai produser yang mampu menganalisis pemberitaan, mengelola tim, serta memahami regulasi dan Kode Etik Jurnalistik.
Menurut Kristoforus, tantangan dokumentasi di lingkungan pemerintahan tidak hanya terletak pada penguasaan teknologi dan keterampilan teknis, tetapi juga pada konsistensi menjaga profesionalisme sebagai aparatur sipil negara dalam menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui Pelatihan Kantor Sendiri (PKS) ini, Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT berharap kualitas dokumentasi dan publikasi pemerintah daerah semakin meningkat. Dengan sumber daya manusia yang kompeten, informasi mengenai program dan pembangunan di NTT diharapkan dapat tersampaikan kepada masyarakat secara lebih cepat, akurat, menarik, dan berkualitas.(Sys/ST)

