KUPANG – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelontorkan anggaran Rp1,1 miliar untuk menjalankan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak 2026 di Kabupaten Kupang. Program ini melibatkan 75 tim dosen dan ratusan mahasiswa yang akan diterjunkan ke 42 desa guna menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara terpadu.

Wakil Rektor II Undana, Paul G. Tamelan, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari kebijakan baru universitas yang mengintegrasikan penelitian, kuliah kerja nyata (KKN), dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu wilayah sasaran sehingga hasilnya dapat dirasakan lebih nyata.

“Seluruh potensi dosen dan mahasiswa kami satukan dalam satu wilayah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Keunggulan internasional sebagai World Class University tidak mungkin dicapai apabila kita belum mampu menyelesaikan persoalan di daerah kita sendiri,” ujar Paul.

Ia menjelaskan pada 2026 Undana mengalokasikan total anggaran Rp25 miliar untuk mendukung kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat. Dari jumlah tersebut, Rp17 miliar diperuntukkan bagi riset dosen, sedangkan Rp8 miliar dialokasikan untuk berbagai program pengabdian masyarakat.

Secara khusus, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undana, Yosep Seran Mau, mengatakan dana operasional sebesar Rp1,1 miliar disiapkan untuk mendukung pelaksanaan PKM Berdampak di Kabupaten Kupang.

Program yang berlangsung mulai 14 Juli hingga 31 Agustus 2026 itu melibatkan 75 kelompok PKM, terdiri atas satu Tim Guru Besar Berdampak yang dipimpin Fred Benu serta 74 tim dosen multidisiplin dengan total sekitar 200 dosen.

Kegiatan tersebut juga diperkuat kehadiran 290 mahasiswa KKN Undana yang terdiri atas 150 peserta KKN Tematik Gentaskin dan 140 peserta KKN Reguler.

Yosep menjelaskan seluruh kegiatan dirancang menggunakan mekanisme Belanja Masalah, yakni penyusunan program berdasarkan kebutuhan riil masyarakat melalui koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kupang.

READ  Produktivitas Pertanian NTT Naik, Petani Alami Surplus

“Dengan pendekatan ini, setiap program yang dijalankan benar-benar menjawab persoalan masyarakat di 42 desa sasaran yang tersebar di sembilan kecamatan,” katanya.

Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang, Guntur Subu Taopan, menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan PKM Berdampak tersebut. Ia meminta seluruh camat dan kepala desa memberikan dukungan agar program berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap seluruh jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan desa ikut mendukung sehingga pelaksanaan PKM Berdampak dapat berjalan maksimal dan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya. (ST/Ant)

Editor: Agus S

Most Popular