SOE,TTS – Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Ketua DPRD TTS, Deki Liu, turun langsung bersama masyarakat dan para pemuda untuk mengerjakan instalasi jaringan air bersih di Kakai, Desa Hoineno, Kecamatan Nunkolo, Sabtu (2/5/2026).
Di tengah medan yang cukup menantang, seluruh elemen masyarakat bahu-membahu mengangkat pipa, menggali jalur, hingga memastikan aliran air dapat menjangkau permukiman warga.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi tanpa sekat mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan dasar masyarakat.
Program ini turut difasilitasi oleh Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia Nomleni, bersama Febriano Gumans, serta dukungan penuh masyarakat setempat.
Sumber air yang dimanfaatkan berada pada elevasi sekitar 120 meter dengan jarak kurang lebih satu kilometer dari permukiman warga.
Berkat kerja sama semua pihak, air bersih kini telah berhasil dialirkan ke rumah-rumah warga dan menjangkau sekitar 50 kepala keluarga (KK).
Ketua DPRD TTS, Deki Liu, mengatakan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab moral sebagai wakil rakyat.
“Ini bukan sekadar pekerjaan fisik, tetapi bentuk kepedulian bersama. Air bersih adalah kebutuhan dasar, dan ketika masyarakat masih kesulitan, kita harus hadir dan bekerja bersama,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Jaringan ini milik bersama. Kalau kita rawat dengan baik, manfaatnya akan terus dirasakan hingga generasi berikutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Febriano Gumans menilai bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kekuatan gotong royong dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ketika semua pihak bersatu tanpa sekat, maka persoalan sebesar apa pun bisa kita atasi bersama. Ini adalah kekuatan masyarakat kita,” ungkapnya.
Selain untuk kebutuhan rumah tangga, jaringan air bersih ini juga diharapkan dapat mendukung aktivitas kelompok hortikultura di wilayah tersebut. Dengan tersedianya air yang memadai, produktivitas pertanian warga diyakini akan meningkat dan berdampak pada penguatan ekonomi keluarga.
Warga Desa Hoineno pun menyambut penuh syukur hadirnya fasilitas tersebut. Selama ini, mereka harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.
“Sekarang air sudah dekat dengan rumah. Ini sangat membantu kami. Terima kasih untuk semua yang sudah terlibat,” ujar salah satu warga.
Kehadiran jaringan air bersih ini tidak hanya menjawab kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kuat bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun desa.(Sys/ST).

