SOE,TTS – Balai Benih Hortikultura (BBH) Oelbubuk di Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), diproyeksikan menjadi kawasan agro-eduwisata yang mengintegrasikan sektor pertanian, edukasi, dan pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi tersebut, Rabu (6/5/2026).

Dalam kunjungan itu, Wagub didampingi Bupati TTS Eduard Lioe. Keduanya juga melakukan penanaman anakan rambutan sebagai simbol penguatan sektor hortikultura di daerah.

Wagub Johni Asadoma menegaskan bahwa BBH Oelbubuk tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi benih, tetapi harus dikembangkan menjadi pusat edukasi, pelatihan, dan pembelajaran bagi masyarakat, khususnya petani.

“Balai benih ini jangan hanya fokus pada produksi, tetapi juga harus menjadi tempat edukasi, pelatihan, dan pembelajaran,” tegasnya.

Menurutnya, pengembangan balai benih harus dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus mendorong peningkatan produksi hortikultura di NTT.

Ia juga melihat BBH Oelbubuk memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi agro-eduwisata.

“Kalau dikelola dengan baik, ke depan bisa menjadi tempat wisata pertanian sekaligus sarana belajar. Ini potensi yang harus kita dorong,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT, Joaz Billy Oemboe Wanda, menjelaskan bahwa BBH Oelbubuk merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) yang berperan dalam penyediaan benih hortikultura bagi petani.

“Balai ini menyiapkan benih hortikultura seperti anakan jeruk, mangga, serta tanaman lainnya seperti sawo, durian, dan rambutan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, balai benih hortikultura di NTT tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Pulau Timor, Flores, Sumba, Alor hingga Rote, untuk mendukung kebutuhan benih pertanian.

Namun demikian, BBH Oelbubuk masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran. Dengan luas area sekitar 3,5 hektare, balai ini hanya didukung oleh enam tenaga kerja.

READ  Pimpin Apel Kesadaran Nasional, Bupati TTU Serahkan Penghargaan ASN Purna Bakti dan Siapkan Air Galon Gratis untuk Warga

“Kondisi ini cukup berat karena setiap petugas harus menangani area yang luas,” ungkapnya.
Ke depan, BBH Oelbubuk direncanakan akan dikembangkan dengan pembagian zona, mulai dari tanaman buah, sayur, tanaman hias hingga biofarmaka, sekaligus menjadi pusat pembelajaran dan penelitian.

Namun, upaya pengembangan tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran, terutama karena dalam dua tahun terakhir bantuan dari pemerintah pusat belum tersedia, sehingga lebih mengandalkan dukungan dari APBD.

Pemerintah daerah berharap adanya dukungan kembali dari pemerintah pusat serta kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai pihak melalui skema pentahelix, guna mempercepat pengembangan BBH Oelbubuk sebagai pusat produksi benih sekaligus destinasi wisata pertanian unggulan di Kabupaten TTS. (Sys/ST).

Most Popular